Kemenpar Tegaskan Keselamatan Wisata Jadi Fondasi Pariwisata Berkelanjutan

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana saat sambutan secara daring pada acara peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Tahun Akademik 2026/2027 di Jakarta, (11/2/2026).

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Martini Mohamad Paham menegaskan, keselamatan wisata merupakan fondasi utama membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan. Keselamatan jadi prasyarat mutlak mewujudkan destinasi tangguh dan dipercaya wisatawan.

Semarak.co – Deputi Martini menjelaskan keselamatan wisata dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi cuaca dan karakteristik alam, hingga aspek teknis operasional serta faktor manusia atau human error.

Bacaan Lainnya

“Selain civitas akademika, pelaku usaha dan PHRI memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan wisata. Tidak kalah penting, kita sendiri sebagai wisatawan dan calon wisatawan juga memiliki tanggung jawab yang sama,” ujar Martini, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Siaran Pers Kemenpar2, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, wisatawan masa kini tidak lagi pasif. Mereka perlu menjadi wisatawan bertanggung jawab melalui dua langkah utama, yakni memiliki kesiapan yang matang dalam menjaga keamanan diri sendiri serta memastikan kelayakan perbekalan yang dibawa, dan bersikap disiplin dengan memilih jasa pelayanan pariwisata.

Langkah tersebut dinilai sebagai cara paling efektif untuk meminimalkan sekaligus memitigasi risiko kecelakaan, khususnya pada sektor transportasi pariwisata yang kerap menjadi perhatian publik.

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata, Fadjar Hutomo, menambahkan bahwa daya tarik alam memang menjadi magnet awal sebuah destinasi, namun keselamatan adalah fondasi yang menentukan keberlanjutan kunjungan wisatawan.

“Mahasiswa Poltekpar adalah arsitek pariwisata masa depan. Kita harus membangun ekosistem pariwisata Indonesia yang tangguh. Destinasi yang paling indah sekalipun dapat ditinggalkan jika tidak mampu memberikan rasa aman,” kata Fadjar.

Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Kecelakaan Transportasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jumaril menegaskan, keselamatan wisata bukan semata tanggung jawab lembaga penanggulangan atau operator layanan, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pihak.

“Mahasiswa Poltekpar di bawah naungan Kemenpar yang kelak menjadi pemangku kebijakan harus menjadi role model dalam menanamkan budaya keselamatan sejak dini dan mampu memengaruhi lingkungan sekitarnya untuk berbudaya safety,” ujar Jumaril.

Menpar Widiyanti Luncurkan Seleksi Masuk Bersama Politeknik Pariwisata 2026

Kemenpar terus memperkuat fondasi pembangunan pariwisata nasional dengan penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing melalui peluncuran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) 2026/2027.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam peluncuran PMB SDM Poltekpar 2026/2027 menegaskan transformasi menuju pariwisata berkualitas sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia.

“Daya saing sektor pariwisata ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi juga pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta kemampuan industri dalam beradaptasi dengan perubahan global,” kata Menpar Widiyanti dalam sambutannya secara daring, Rabu (11/2/2026).

Sepanjang 2025, kinerja pariwisata Indonesia menunjukkan momentum positif yang memperkuat optimisme pembangunan sektor ini. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,2 miliar perjalanan.

Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar 1.267 dolar AS, melampaui target yang telah ditetapkan. Sektor pariwisata juga menyerap 25,91 juta tenaga kerja dan terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Kemenpar menetapkan lima program unggulan 2026, yaitu Peningkatan Keselamatan Berwisata, Pengembangan dan Penguatan Desa Wisata, Program Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, serta transformasi digital pariwisata melalui Tourism 5.0.

“Oleh karena itu, industri pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang mampu membaca tren, memahami kebutuhan wisatawan dan industri, menguasai teknologi, serta memiliki perspektif keberlanjutan,” kata Menpar.

Widiyanti meyakini Politeknik Pariwisata memegang peran strategis dalam memberikan fondasi pendidikan vokasi yang kuat, membekali generasi muda dengan keterampilan terapan, pemahaman industri yang komprehensif, serta kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja.

Hal ini termasuk pemahaman mendalam mengenai standar keselamatan, kualitas layanan, dan konsistensi pengalaman yang kini menjadi ekspektasi dasar wisatawan global.

“Semoga penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk tahun akademik 2026/2027 berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Menpar.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menyampaikan SBM Poltekpar merupakan langkah strategis untuk menjaring calon mahasiswa terbaik melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kesempatan yang adil bagi putra-putri terbaik bangsa.

“Seleksi bersama ini menjadi wujud komitmen kita dalam memperkuat citra dan posisi Poltekpar sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata yang terpercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat,” kata Martini.

Politeknik Pariwisata sebagai institusi pendidikan vokasi berperan penting mencetak talenta pariwisata yang unggul, berkarakter, dan siap kerja. Melalui SBM ini diharapkan terjaring generasi muda yang memiliki minat, serta komitmen berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekpar 2026/2027, Herry Rachmat Widjaja, menjelaskan total kuota penerimaan mahasiswa baru pada enam Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenpar, yakni Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar, tahun ini berjumlah 3.610 mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, alokasi penerimaan melalui jalur Seleksi Bersama Masuk ditetapkan sebesar 60 persen atau setara 2.166 mahasiswa. Sementara jalur Seleksi Mandiri Masuk sebesar 40 persen atau setara 1.444 mahasiswa yang tersebar di enam Politeknik Pariwisata.

Adapun program studi yang dibuka meliputi 10 program studi di Poltekpar NHI Bandung, 9 program studi di Poltekpar Bali, 9 program studi di Poltekpar Medan, 8 program studi di Poltekpar Makassar, serta masing-masing 4 program studi di Poltekpar Palembang dan Poltekpar Lombok.

“Target pendaftar Jalur Seleksi Bersama Masuk Tahun 2026 ditetapkan sebesar 175 persen dari kuota atau sekitar 3.791 calon mahasiswa. Hal ini merupakan upaya menjaring kandidat terbaik dan meningkatkan kualitas input mahasiswa vokasi pariwisata secara nasional,” kata Herry.

Distribusi kuota disusun berdasarkan kapasitas program studi, kebutuhan industri, serta pemerataan akses pendidikan vokasi pariwisata di berbagai wilayah Indonesia, dengan tetap mengedepankan standar mutu dan daya saing lulusan. Tahapan SBM Poltekpar 2026/2027 resmi dimulai hari ini hingga 5 Mei 2026.

Melalui peluncuran ini, Kemenpar berharap PMB SBM 2026 menjadi etalase nasional pendidikan vokasi pariwisata, sekaligus memperkuat sinergi antar Politeknik Pariwisata, kementerian, dan mitra industri dalam menyiapkan sumber daya manusia pariwisata Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global. (hms/smr)

Pos terkait