Dirut KAI Bobby: Reaktivasi Jalur Kedungjati–Tanggung Akan Buka Akses Ekonomi Baru

Direktur Utama (Dirut)  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung.

Direktur Utama (Dirut)  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati–Tanggung, serta memastikan kesiapan operasional menjelang Angkutan Lebaran 2026.

Semarak.co – Dirut Bobby mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis yang diperlukan untuk reaktivasi. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mulai  aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan potensi pengembangan kawasan serta pariwisata heritage.

Bacaan Lainnya

“Reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah,” ujar Bobby, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Jumat (13/2/2026).

Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati yang memiliki potensi wisata alam. Data BPS Grobogan  2025, tingkat pengangguran terbuka di tingkat kabupaten tercatat 3,23%, dengan jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45 ribu jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43 ribu jiwa.

Selain potensi ekonomi, jalur ini memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet, sedangkan Stasiun Kedungjati memiliki bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.

“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tegas Bobby.

Usai peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama manajemen Daerah Operasi 4 Semarang untuk membahas kesiapan operasional, penguatan keselamatan perjalanan kereta api, serta langkah antisipasi menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap pengembangan jalur harus disertai standar operasional yang ketat agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Bobby.

Melalui langkah ini, KAI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transportasi berbasis rel yang memperkuat konektivitas wilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjaga warisan sejarah perkeretaapian nasional. (hms/smr)

Pos terkait