Menteri PANRB Rini Ungkap Pentingnya Penguatan Literasi Finansial bagi Perempuan dan Birokrasi

Menteri PANRB Rini Widyantini, pada acara Edukasi Finansial “Gold As Legacy: Preserving Wealth For Future Generation,” di Jakarta.

Penguatan literasi finansial bukan sekadar memahami instrumen investasi, melainkan bagian strategi membangun ketahanan keluarga, masyarakat, dan bangsa secara berkelanjutan. Pengelolaan kekayaan tanggung jawab lintas generasi yang dapat diwariskan.

Semarak.co – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa penguatan tersebut juga perlu dilakukan untuk kaum perempuan. Pasalnya, perempuan memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi keluarga dan bangsa.

Bacaan Lainnya

“Perempuan berperan strategis sebagai pilar ketahanan ekonomi, penggerak kepemimpinan ekonomi keluarga dan komunitas, serta agen literasi keuangan,” jelas Menteri Rini, pada acara Edukasi Finansial “Gold As Legacy: Preserving Wealth For Future Generation,” di Jakarta, dirilis humas melalui WAGroup JURNALIS PANRB, Senin (9/2/2026)

Menteri Rini menyampaikan,  pemberdayaan literasi keuangan bagi perempuan harus lebih diperkuat sebagai agenda strategis. Perempuan memegang posisi sentral dalam merencanakan pengeluaran dan tabungan keluarga.

Sementara itu dalam perspektif reformasi birokrasi, literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi penting bagi aparatur negara yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing. “Kita meyakini kekayaan sejati bukan hanya pada apa yang dimiliki, tetapi pada nilai yang diwariskan,” kata Menteri PANRB.

Dalam konteks reformasi birokrasi, kepemimpinan yang visioner dan inklusif menjadi kunci menghadirkan tata kelola pemerintahan yang tangguh dan berdaya saing. Hal ini merupakan fondasi penting bagi pelayanan publik yang stabil, berkelanjutan, dan berpihak yang diwariskan untuk masa depan bangsa.

“Perlu kita sadari bahwa keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan warisan kepemimpinan ke depan. Karena sejatinya tidak semua keputusan meninggalkan angka, tetapi sebagian justru meninggalkan jejak nilai yang membentuk arah dan kepercayaan jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Rini menyampaikan bahwa setiap keputusan strategis hari ini bukan hanya menjawab kebutuhan sesaat, melainkan dapat membangun atau meruntuhkan kepercayaan yang menentukan masa depan organisasi.

Oleh karena itu, nilai yang dijaga dengan konsisten akan menjadi fondasi ketahanan lintas generasi, terutama ketika kepemimpinan berganti dan tantangan terus berubah.

Kepemimpinan sejati pun tidak diukur dari seberapa cepat keputusan diambil, melainkan dari keberanian memilih yang paling berdampak serta keteguhan menolak yang tidak bernilai.

“Pada akhirnya seperti emas, nilai kepemimpinan diuji oleh waktu. Bukan oleh momen. Semakin tepat keputusan yang diambil, semakin berharga warisan yang ditinggalkan dari waktu ke waktu,” katanya. (hms/smr)

Pos terkait