Ini Seruan Keras Presiden Sementara Venezuela pada Rakyatnya: Jangan Tunduk pada Amerika

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez yang seorang wanita, mengatakan bahwa negaranya perlu berhenti tunduk pada perintah Amerika Serikat (AS) dan mulai menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi.

Semarak.co – “Kami sudah cukup menerima perintah Washington terkait kebijakan Venezuela. Biarkan kekuatan politik Venezuela menyelesaikan sendiri perbedaan dan konflik internal kami,” kata Delcy, seperti dilansir Antaranews.com dari portal berita Ultimas Noticias, Ahad (25/1/2026).

Delcy Rodriguez menambahkan bahwa rakyat Venezuela seharusnya berbicara langsung dengan AS dan menyelesaikan berbagai pertentangan melalui diplomasi. “Kami tidak takut, karena rakyat kami harus bersatu untuk meraih perdamaian dan ketenangan di tanah air,” ujarnya.

Ia juga menyebut operasi AS terhadap Venezuela sebagai momen “tergelap” yang dapat dialami seseorang. Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Lalu pasangan pemimpin Venezuela itu dibawa ke New York City, AS. Menurut otoritas AS, keduanya diduga terlibat dalam kasus “narko-terorisme”. Dalam sidang pengadilan di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Terkait operasi AS itu, Caracas meminta diadakan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mahkamah Agung Venezuela kemudian menugaskan untuk sementara Wakil Presiden Delcy Rodriguez menjalankan tugas sebagai kepala negara.

Kemudian pada tanggal 5 Januari 2026 lalu, sesosok perempuan bernama Delcy Rodriguez secara resmi diangkat menjabat sebagai presiden sementara Venezuela dan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Majelis Nasional. (net/anc/un/s/kim/smr)

Pos terkait