Menag Nasaruddin: Al-Azhar Siap Kirim Dosen Pendidikan Tinggi Keagamaan untuk Indonesia

Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, Indonesia akan memainkan peran strategis terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab. Menurutnya, Al Azhar memberi sinyal positif atas kerja sama yang dijalin antara Indonesia dan Mesir.

Semarak.co – Al-Azhar sangat mendukung kerja sama antara kedua negara, bukan saja dari soal pendidikan, tapi berbagai macam kepentingan sebagai sesama negara mayoritas Muslim yang moderat.

Bacaan Lainnya

“Al-Azhar bersedia memberikan asistensi perguruan tinggi-perguruan tinggi, terutama UIN, IAIN, dan PTKIS untuk kendali mutu. Al-Azhar juga bersedia mengirim dosen, terutama Bahasa Arab dan juga 200 sampai 1000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemenag, Jumat (23/1/2026).

Dikatakan Menag, pada April 2026, Pemerintah Mesir berencana melakukan kunjungan ke Indonesia untuk penandatanganan MoU dan membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalin antara Indonesia dan Mesir.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan tinggi Islam di Indonesia seiring dengan pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Apresiasi Internasional

Nasaruddin Umar menambahkan, Indonesia mendapat apresiasi internasional setelah kunjungan ke Mesir. Dalam pertemuan dengan pemerintahan Mesir dan ulama dunia, Menag mendapatkan pengakuan, bahwa Indonesia memiliki peran strategis dalam pengembangan sains dan teknologi, terutama dalam bidang Artificial Intelligence (AI).

Menag menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, dibahas bagaimana mengantisipasi perkembangan teknologi, khususnya AI, agar dapat menjadi alat untuk memperkuat peradaban, memberikan dampak positif bagi peradaban dunia Islam, bukan justru melemahkannya.

“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya itu bisa menjadi kekuatan untuk pengembangan peradaban kebudayaan. Bukan sebaliknya, justru akan memperlemah posisi peradaban yang substantif itu,” ungkap Menag.

Ditambahkan Menag, banyak ulama besar dari berbagai negara mengapresiasi Indonesia sebagai negara aman dan strategis untuk mengembangkan sains dan teknologi peradaban modern. Menurutnya,  pengakuan ini sekaligus menantang Indonesia untuk menjadi epicentrum baru dalam pengembangan peradaban dunia Islam modern.

Dengan pengakuan ini, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran utama dalam mengarahkan perkembangan teknologi yang berdampak positif, tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga untuk dunia secara keseluruhan. (hms/smr)

 

Pos terkait