Wamendukbangga Isyana: Sekolah Lansia Jadi Strategi Hadapi Aging Population

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, Sekolah Lansia merupakan program prioritas untuk menyiapkan Indonesia menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia.

Semarak.co – Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam merespons perubahan struktur kependudukan menuju aging population. Meski Indonesia dalam fase bonus demografi, Isyana menilai antisipasi harus dilakukan sejak dini.

Bacaan Lainnya

“Tanpa persiapan memadai, lonjakan jumlah lansia berpotensi menimbulkan tantangan sosial dan keluarga. Karena itu, pemerintah menyiapkan program edukatif dan berbasis pemberdayaan bagi lansia,” ujarnya, saat Launching Kartu Lansia di Muara Enim, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu (10/12/2025).

Dia menyatakan, lansia diberikan edukasi, ruang berkumpul, membangun pertemanan, dan yang paling penting mereka harus bahagia. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Wisuda Sekolah Lansia yang disebut Isyana sebagai bagian dari program prioritas.

Isyana mengaku terkesan melihat salah satu wisudawan Sekolah Lansia yang berusia di atas 90 tahun tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. “Ini menunjukkan lansia kita masih punya semangat luar biasa untuk terus belajar dan berdaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia menerapkan kurikulum berjenjang yang disusun sesuai kebutuhan lansia, meliputi aspek kesehatan, sosial, dan penguatan peran dalam keluarga. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan lansia, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga.

Keberhasilan pelaksanaan Sekolah Lansia, menurut Wamen Isyana, tidak terlepas dari peran kader di tingkat lapangan, mulai dari kader Institusi Masyarakat Pedesaan/Perkotaan (IMP), Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga kelompok kegiatan masyarakat.

Pemerintah Perkuat SDM Lewat Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Menyusui dan Balita

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, juga meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD di Kota Palembang.

Isyana meninjau dua keluarga penerima manfaat yang telah memperoleh MBG sasaran 3B sejak Agustus 2025. Ia menyebut program tersebut mulai dirasakan manfaatnya secara nyata, terutama bagi ibu menyusui yang membutuhkan asupan gizi cukup dan seimbang untuk mendukung kualitas air susu ibu (ASI) serta tumbuh kembang bayi.

Manfaat MBG juga berdampak pada kondisi keluarga secara keseluruhan. Yessi Herlis (34 tahun), salah satu ibu menyusui penerima manfaat di Kota Palembang, mengaku program tersebut sangat membantu, baik dari sisi kesehatan keluarga maupun pengeluaran rumah tangga.

Selain dirinya, dua anak Yessi yang berusia 11 dan 7 tahun juga menerima manfaat MBG melalui sekolah. “Gizi keluarga terpenuhi, pengeluaran berkurang. Keluarga kami sangat terbantu,” ungkap Yessi dengan mata berkaca-kaca saat berdialog dengan Wamen Isyana.

Tak hanya menyasar ibu menyusui, program MBG juga menjangkau balita non-PAUD yang selama ini belum mendapatkan intervensi gizi dari satuan pendidikan. Isyana mencontohkan MA (4), salah satu balita penerima MBG yang sebelumnya tingginya di bawah standar, sejak menerima MBG, pertumbuhan MA menunjukkan perbaikan yang diharapkan.

Isyana menilai pendekatan MBG yang berbasis keluarga menjadi penguatan penting dalam kebijakan pemenuhan gizi berbasis siklus kehidupan. Selama ini, intervensi gizi lebih banyak bertumpu pada anak usia sekolah, sementara ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD kerap berada di luar jangkauan program reguler.

Ia juga mengapresiasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palembang yang dinilai telah menjalankan penyaluran MBG sasaran 3B secara terukur dan berkelanjutan, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga mekanisme distribusi. (hms/smr)

Pos terkait