Sukseskan MBG, Wamenkop Ferry Dukung Koperasi Perbanyak Rumah Pengolahan Susu di Daerah

Wamenkop Ferry Juliantono saat peresmian Rumah Susu Unit Sentul milik Koperasi Konsumen Kujang Sauyunan Berdikari, di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (22/4/2025).

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyatakan kesiapannya membantu memperbanyak tempat pengolahan susu milik koperasi di seluruh Indonesia.  Sebab, rumah susu milik koperasi ini yang melayani dapur di program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Semarak.co – Hal tersebut diungkapkan Wamenkop Ferry, pada acara peresmian Rumah Susu Unit Sentul milik Koperasi Konsumen Kujang Sauyunan Berdikari, di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (22/4/2025).

Bacaan Lainnya

Ferry bercerita pengalaman di Boyolali terkait kisruh susu peternak lokal. Ketika itu, kata Wamenkop, banyak produksi hasil susu dari para peternak dan koperasi tidak terserap Industri Pengolahan Susu (IPS).

“Maka, saya selalu menekankan koperasi harus memiliki IPS sendiri. Saya mengapresiasi Koperasi Konsumen Kujang Sauyunan Berdikari karena mampu mengembangkan konsep rumah susu,” terangnya dirilis humas usai acara melalui pesan elektronik Redaksi semarak.co, Selasa (22/4/2015).

Bahkan, lanjut Wamenkop, koperasi tersebut juga mampu membuat ekosistem sendiri dalam mata rantai MBG. Bagi Wamenkop, Rumah Susu ini menjadi  simpul kunci  rantai pasok susu nasional, yang tidak hanya menyuplai gizi, tetapi juga menggerakkan koperasi dan peternakan rakyat.

Lebih dari itu,  Ferry menjelaskan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan sebanyak 80 ribu Kopdes seluruh Indonesia, juga bisa mendirikan unit pengolahan susu sendiri, di samping unit-unit usaha lain yang bisa digeluti Kopdes.

“Intinya, Unit Pengolahan Susu bisa menjadi salah satu unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Wamenkop Feri Juliantono.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, susu merupakan produk wajib untuk program MBG, khususnya di daerah yang memiliki peternakan sapi perah. Artinya, program MBG bisa menyerap produksi susu dari peternak lokal.

Menurut Dadan, salah satu fungsi kehadiran BGN adalah Creating Demand, khususnya dalam penyerapan produksi susu peternak lokal. “MBG harus meningkatkan gairah ekonomi di masyarakat,” ucap Dadan.

Ketua Koperasi Kujang Sauyunan Berdikari Muchlido Apriliast menambahkan, metode Rumah Susu seperti ini bisa ditularkan atau direplikasi di daerah lain yang memiliki potensi peternakan sapi perah. (hms/smr).

Pos terkait