Iran memeringatkan bahwa perang Timur Tengah dapat meluas hingga Samudra Hindia apabila Amerika Serikat (AS) atau Israel kembali menyerang, menurut pernyataan penasihat pemimpin tertinggi Iran, Yahya Rahim Safavi, Kamis (24/9/2026).
Semarak.co – Peringatan tersebut disampaikan pada Kamis, 24 September 2026 melalui video yang dirilis kantor berita Fars, ketika ketegangan kawasan meningkat dan delegasi pemerintah Republik Iran berada di New York menghadiri sidang Majelis Umum PBB.
Safavi mengatakan konflik sebelumnya telah menyebar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz menuju Laut Merah, sehingga kemungkinan perluasan medan pertempuran menuju Samudra Hindia semakin terbuka dalam skenario perang regional berikutnya.
Ia juga menyebut kemungkinan pembukaan front baru di sekitar Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab apabila negara Paman Sam memulai perang baru terhadap Iran dalam waktu mendatang di kawasan regional tersebut.
Pernyataan Safavi menjadi perhatian karena Bab al-Mandab merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia, sekaligus jalur perdagangan internasional penting bagi dunia internasional saat ini.
Menurut laporan media AFP yang dikutip sejumlah media, Safavi menyatakan militer Iran telah menyiapkan rencana menghadapi skenario terburuk jika serangan Paman Sam dan Israel kembali terjadi lagi di kawasan regional tersebut.
Perluasan konflik ke perairan Samudra Hindia berpotensi meningkatkan risiko terhadap pelayaran, perdagangan, asuransi serta distribusi energi, terutama apabila jalur strategis regional mengalami gangguan berkepanjangan dan meluas ke perairan strategis utama internasional.
Namun, dilansir Channelnewsasia.com, Indianexpress.com, Reuters, Thenews.pk dan Suara.com (25/9/202), pernyataan itu merupakan peringatan dari pejabat Iran, bukan pengumuman bahwa Iran telah membuka front militer baru di Samudra Hindia pada saat ini secara langsung kepada publik internasional hari ini. (net/cna/iec/rts/tp/sc/afp/frs/kim/smr)





