Pertemuan G20 menghadapi ketegangan besar setelah Amerika Serikat (AS) mendorong negara anggota membahas perdagangan global, sanksi terhadap Iran, serta dampak perang terhadap stabilitas ekonomi dunia dan pasar keuangan dunia saat ini.
Semarak.co – Menurut Kantor Berita Inggris, Reuters, Menteri Keuangan AS Scott Bessent akan meminta negara G20 memutus hubungan ekonomi dengan Iran, sementara Washington memerketat tekanan melalui sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan di tingkat internasional.
Kebijakan tarif AS menjadi sumber perdebatan karena pemerintahan Donald Trump meningkatkan tarif terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk anggota G20 dan Uni Eropa, demi mengejar perdagangan seimbang dan mengurangi defisit.
Bessent mendesak negara G20 meninjau kembali hubungan dagang dengan China, yang menurutnya memiliki surplus perdagangan sekitar 1,2 triliun dolar dan terlalu bergantung pada ekspor dibanding konsumsi domestik dalam jangka panjang. Demikian dikutip AFP pada 31/8/2026.
Di tengah tekanan geopolitik, pasar obligasi negeri Paman Sam menghadapi gejolak, sementara utang pemerintah telah melampaui 40 triliun dolar AS sehingga kebijakan Washington mendapat sorotan dari berbagai bank sentral dan investor global.
Pertemuan G20 menjadi ujian penting diplomasi bagi Bessent, karena negara anggota harus menyeimbangkan kepentingan perdagangan, tekanan terhadap Iran, stabilitas keuangan serta risiko perlambatan ekonomi global akibat konflik geopolitik internasional. (net/rts/afp/kim/smr)





