Republik Islam Iran menutup bagian barat wilayah udaranya pada hari Ahad (7/6/2026) hingga waktu yang tidak ditentukan setelah melancarkan serangan rudal ke Israel, menurut pengumuman otoritas penerbangan sipil negara itu.
Semarak.co – Keputusan tersebut, berdasarkan penilaian keamanan, diambil beberapa jam setelah serangan udara Israel menargetkan pinggiran selatan Beirut, yang memicu reaksi keras Iran dan gelombang serangan rudal ke arah Israel utara.
Gelombang rudal dan dampaknya,
Media Ibrani melaporkan seperti dilansir Hidayatullah.com (8/6/2026) bahwa Republik Iran meluncurkan tiga gelombang rudal pada Minggu malam (7/6) dalam serangan pertama sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April 2026.
Media Channel 12 yang beredar di Israel melaporkan kerusakan di kota Tiberias setelah salah satu serangan, yang menurut mereka termasuk empat rudal. Lalu lintas udara di Bandara Ben Gurion dekat ibukota Tel Aviv juga ditangguhkan.
Pemerintah Republik Iran mengklaim mereka telah menargetkan Pangkalan Udara Ramat David Israel dengan rudal balistik sebagai tanggapan atas “pembantaian” Zionis Israel di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut, Lebanon.
Eskalasi dan pembalasan. Pasukan penjajah Israel mengatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran dan mengaktifkan sistem pertahanan udara. Menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, kegiatan belajar mengajar dibatalkan di seluruh negeri.
Seorang koresponden media Anadolu melaporkan bahwa ledakan di atas Haifa dan Nazareth ketika pesawat pencegat mencegat rudal yang datang meluncur. Para pejabat Israel mengatakan kepada KAN bahwa Tel Aviv akan merespons.
Pihak pemerintah Zionis Israel dengan seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Channel 12, bahwa “tidak ada kemungkinan” Israel akan menghindari pembalasan. Di yakin akan ada pembalasan lebih masif. (net/hc/mi/c12/adu/kim/smr)





