13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Kawasan Transmigrasi Kaltim, Bukti Transmigrasi Bukan Hanya Pertanian

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat bertemu Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.

Tidak hanya pertanian, Kawasan Transmigrasi ternyata juga menyimpan potensi sumber daya alam yang kaya. 13 sumur minyak dan gas baru ditemukan di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun.

Semarak.co – Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara saat bertemu Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan, ini adalah babak penting dari proses transformasi transmigrasi.

Bacaan Lainnya

“Ini juga menandakan informasi yang sangat baik untuk bahwa transmigrasi itu tidak selalu identik dengan pangan atau hanya dengan pertanian,” ujarnya, dirilis humas Kementrans usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Kamis pagi (7/5/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan kegiatan eksplorasi migas di kawasan transmigrasi Samboja akan segera dimulai. Proses pengeboran sumur migas baru ini direncanakan mulai Juni secara bertahap terhadap 13 sumur migas tersebut.

Selain itu, tercatat ada 79 sumur migas yang masih beroperasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. “Terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi yang telah mengizinkan  eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” kata Djoko.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto mengungkapkan potensi ekonomi dari temuan ini sangat signifikan. “Dari potensi cadangannya, minyak setara sekitar Rp1,1 triliun dan gas sekitar Rp1,5 triliun. Jadi secara total akan menghasilkan revenue sekitar Rp2,5 triliun,” kata Sunaryanto.

Dalam kesempatan tersebut Mentrans dan Kepala SKK Migas meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi di Kawasan Transmigrasi dan Area Hak Pengelolaan Transmigrasi.

Nota kesepahaman ini mencakup kerja sama pertukaran dan pemanfaatan data, penggunaan lahan, serta integrasi perencanaan antara kawasan transmigrasi dan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam transformasi transmigrasi berbasis pembangunan wilayah.

Selain itu, kesepakatan ini menekankan sinergi dalam pengembangan kawasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sesuai peraturan yang berlaku. (AAF/SMR)

Pos terkait