Program pengembangan talenta global Netflix, Creative Asia, untuk pertama kalinya digelar di luar negeri dengan memilih Indonesia sebagai tuan rumah perdana. Acara berlangsung dalam rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), di Yogyakarta.
Semarak.co – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menilai momentum ini sebagai pengakuan atas ekosistem film Indonesia di Asia Tenggara dan peluang strategis untuk memperluas kolaborasi sineas muda.
“Kehadiran Creative Asia menjadi bukti bahwa ekosistem film Indonesia makin diakui di tingkat Asia. Ini ruang yang mempertemukan talenta kita dengan para kreator terbaik di kawasan,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf siaran Pers, Rabu (3/12/2025).
Irene menyambut baik kemitraan yang terjalin dalam program ini dan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat industri film nasional melalui peningkatan keterampilan, standarisasi praktik kerja, dan perluasan akses kolaborasi internasional.
“Indonesia terus membangun posisinya sebagai pusat kreativitas Asia Tenggara. Dengan hadirnya program pelatihan, forum regional, dan kemitraan global yang semakin intensif, kita tengah membentuk ekosistem yang lebih kompetitif, adaptif, dan siap menembus pasar dunia,” ujarnya.
Festival Director JAFF Ifa Isfansyah menjelaskan, pilihan Yogyakarta sebagai tuan rumah mencerminkan kepercayaan terhadap energi kreatif kota ini serta peran JAFF sebagai simpul penting dalam ekosistem film Asia. Dia berharap Creative Asia mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara talenta Indonesia dan jejaring kreatif regional.
Senior Director Content SEA Netflix Malobika Banerji menegaskan komitmen Netflix terus bermitra dengan kreator Asia Tenggara. Minat penontonterhadap cerita Asia Tenggara terus meningkat hingga 50% jam tonton global dari 2023 ke 2024, serta lebih dari 100 judul Asia Tenggara yang menembus Top 10 global.
Kehadiran Creative Asia di Yogyakarta semakin mengukuhkan JAFF sebagai festival film berbasis komunitas yang telah berkembang menjadi simpul pertemuan penting bagi ekosistem film Asia.
Pemerintah, melalui Kemenekraf menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ruang-ruang kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan industri film Indonesia yang semakin inklusif, berdaya saing, dan berorientasi global.
MoU Netflix dan APROFI di JAFF Market
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Netflix dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) Market 2025.
“Kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat talenta Indonesia melalui pelatihan, kesempatan on-the-job training, serta akses ke pendanaan kreatif. Pemerintah berkomitmen mendukung upaya ini dalam semangat hexahelix agar dampaknya terasa langsung bagi pelaku industri,” ujar Irene Umar pada 1 Desember 2025.
Irene menegaskan, kolaborasi Netflix dan APROFI merupakan momentum penting dalam mengakselerasi pertumbuhan industri film Indonesia sebagai the new engine of growth. MoU ini mencakup empat aspek utama, yaitu pengembangan kapasitas tenaga kerja melalui lokakarya terkurasi, program pelatihan kerja (on-the-job training) bagi alumni terpilih.
Selain itu, dialog industri dan keterlibatan dalam isu regulasi untuk memperkuat ekosistem produksi, serta akses ke Netflix Fund for Creative Equity, yang membuka peluang lebih luas bagi talenta yang kurang terwakili.
Direktur Kebijakan Publik Netflix Asia Tenggara Ruben Hattari menyampaikan komitmen Netflix dalam memperkuat ekosistem film Indonesia. “Setiap tahun saya hadir di JAFF dan melihat perkembangan industri yang begitu pesat. Netflix berkomitmen untuk terus berinvestasi dan mendukung pembangunan ekosistem perfilman Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu Ketua APROFI Edwin Nazir menambahkan, kerja sama ini melanjutkan program yang telah memberi dampak positif bagi pekerja film. “APROFI dan Netflix sebelumnya berkolaborasi dalam workshop keselamatan kerja, dan hasilnya sangat baik,” jelasnya.
Penandatanganan MoU di JAFF Market 2025 membuka babak baru bagi kolaborasi Netflix dan APROFI, dengan langkah kerja yang lebih terarah untuk memperkuat jalur pengembangan talenta, meningkatkan kualitas lingkungan kerja, serta memperluas akses pembelajaran dan peluang produksi bagi kreator Indonesia. (hms/smr)





