Dilansir media Agensi Anadolu (1/7/2026), Afghanistan akan merespons keras militer Pakistan usai mencegat empat drone yang diluncurkan ke wilayah negaranya. Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan pun kembali meningkat.
Semarak.co – Ketegangan tersebut terjadi setelah kelompok Taliban Afghanistan mengaku melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan. Sementara Pakistan menyatakan, pasukannya telah berhasil mencegat empat drone yang diluncurkan dari Afghanistan.
Militer Pakistan mengatakan, empat drone sederhana yang melintasi perbatasan menuju Provinsi Balochistan berhasil dideteksi dan dicegat oleh sistem perlindungan udara. “Jika Taliban terus memprovokasi, mereka akan menerima respons setimpal dengan konsekuensi yang berat,” ujar pernyataan militer Pakistan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (1/7/2026).
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan di bawah Taliban menyatakan telah melancarkan “serangan udara” di wilayah Balochistan dan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Taliban mengklaim serangan ditujukan kepada anggota kelompok afiliasi ISIS dan menimbulkan korban di pihak mereka.
Taliban diketahui tidak memiliki pesawat tempur maupun angkatan udara yang beroperasi penuh. Namun, kelompok itu beberapa kali menggunakan drone kecil dalam bentrokan di wilayah perbatasan dengan Pakistan.
Eskalasi terbaru terjadi usai Taliban berjanji membalas serangan udara Pakistan ke timur awal pekan ini. Islamabad menyebut serangan menargetkan kelompok bersenjata yang berada di wilayah Afghanistan, sedangkan pemerintah Taliban menyebutkan sedikitnya 36 warga sipil menjadi korban.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mulai terus memburuk sejak kelompok Taliban kembali berkuasa di Kabul pada tahun 2021. Dalam beberapa bulan terakhir, ratusan orang dilaporkan tewas akibat bentrokan di lintas perbatasan.
Pakistan menuduh pemerintah Taliban memberikan perlindungan kepada kelompok bersenjata, terutama Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP), yang dituding berada di balik berbagai serangan yang dilakukan di wilayah negara Pakistan.
Namun, pemerintah Afghanistan yang didominasi kelompok pejuang Taliban membantah tuduhan tersebut dan menuding Pakistan melindungi kelompok-kelompok yang memusuhi Kabul serta melanggar hak asasi negaranya. (net/mtnc/aa/alz/kim/smr)





