Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak khawatir Rusia menyerang negara anggota NATO. Trump menegaskan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang wilayah aliansi tersebut.
Semarak.co – Pernyataan Trump muncul setelah Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan mengejutkan ke Moskow. Sejumlah media AS melaporkan bahwa Ratcliffe diduga menyampaikan peringatan agar Rusia tidak menyerang anggota NATO.
Trump justru menggambarkan kunjungan Ratcliffe sebagai kegiatan yang relatif rutin. Dilansir Reuters, Axios, AP, CBS News, AFP dan RFE/RL (28/8/2026), ia mengatakan kepala CIA memiliki hubungan baik dengan mitranya dari Rusia dan tidak membawa pesan khusus.
Namun, kekhawatiran terhadap potensi ancaman Rusia tetap muncul di Eropa. Negara-negara anggota NATO memantau aktivitas Rusia, termasuk operasi sabotase dan tindakan di wilayah abu-abu yang bertujuan menguji persatuan aliansi, menurut laporan Axios.
Kepala badan intelijen luar negeri Rusia, seperti dikutip AP (Associated Press), Sergei Naryshkin, juga mengonfirmasi pertemuannya dengan Ratcliffe di Moskow. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai pertemuan tingkat kerja yang membahas isu intelijen sensitif.
Situasi semakin kompleks karena AS sedang mengevaluasi kembali penempatan sekitar 80.000 tentaranya di Eropa. Pentagon memertimbangkan sejumlah opsi terkait kehadiran militer Paman Sam dan pembagian tanggung jawab pertahanan NATO.
Di sisi lain, laporan AP menyebut persediaan rudal pencegat Patriot Amerika di Eropa menghadapi tekanan berat akibat penggunaannya dalam perang Iran serta dukungan kepada Ukraina. Kondisi ini menimbulkan perhatian terhadap kemampuan pertahanan NATO. (net/rts/axs/ap/cn/afp/rrl/kim/smr)





