Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri kehadiran militernya di Irak pada hari Rabu, 30 September 2026, kemarin, setelah lebih dari dua dekade operasi keamanan yang bermula sejak invasi 2003 untuk menggulingkan Presiden Saddam Hussein.
Semarak.co – Penarikan terakhir berlangsung dari pangkalan udara di Erbil, wilayah Kurdistan Irak. Pentagon menyatakan pasukan dan peralatan Amerika telah meninggalkan pangkalan melalui keberangkatan yang tertib sesuai kesepakatan dengan pemerintah Irak itu.
Dilansir Reuters dan Associated Press (AP/30/9/2026), misi Amerika kembali ke Irak pada 2014 setelah kelompok ISIS menguasai wilayah secara luas. Washington dan Baghdad kemudian menyepakati pada 2024 untuk mengakhiri misi koalisi tersebut secara bertahap selama periode berikutnya.
Penarikan itu memunculkan perhatian terhadap keamanan Irak setelah pasukan asing pergi. Reuters melaporkan kekhawatiran bahwa kelompok bersenjata yang didukung Iran dapat memperoleh ruang pengaruh lebih besar di tengah ketegangan regional.
Kelompok ISIS juga masih menjadi perhatian meskipun tidak lagi menguasai wilayah seperti sebelumnya. Pemerintah Irak menyatakan pasukan keamanan nasional akan melanjutkan upaya menghadapi sisa kelompok tersebut dalam kondisi keamanan yang terus berubah.
AS tetap berencana memberikan dukungan berupa pelatihan dan informasi intelijen kepada mitra Irak. Markas operasi koalisi kini berada di Yordania, sementara operasi melawan ISIS berlanjut di Suriah bersama mitra regional lainnya. (net/rts/ap/kim/smr)





