Tinjau Cihapit hingga Braga, Menekraf Riefky Dukung Perkuat Ekraf Kota Bandung

Menekraf Teuku Riefky Harsya, meninjau salah satu toko IP lokal, Tahilalat, dalam rangkaian peninjauan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya meninjau ruang kreatif di kawasan Braga, Kota Bandung, di sela libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Semarak.co – Riefky juga menilik aktivitas ekraf di Pasar Cihapit, yang menjadi ruang utama showcase sekaligus titik distribusi produk kreatif lokal. Libur Nataru menjadi kesempatan penting bagi pegiat ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya dan IP (Intellectual Property) lokal kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ruang-ruang kreatif di daerah menjadi etalase penting bagi karya dan bisnis kreatif, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif yang terus berkembang,” ujar Teuku Riefky, r dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Minggu (4/1/2026).

Di kawasan Braga, Riefky menyambangi dua lokasi yaitu Braga Grey Art dan Tahilalats Store. Saat di Braga Grey Art, dia berdialog dengan para pegiat ekonomi kreatif lintas subsektor yang menyampaikan aspirasi terkait penguatan ekosistem ekonomi kreatif.

Riefky menegaskan Kementerian Ekraf berperan sebagai akselerator sekaligus enabler bagi pegiat ekonomi kreatif di daerah melalui kolaborasi hexahelix antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan.

“Strateginya jelas, local hero kita dorong naik ke tingkat nasional, dan yang sudah kuat di tingkat nasional kita dorong ke pasar global. Dengan penguatan dari daerah, karya dan IP lokal akan memiliki daya saing yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara di Tahilalats Store, Riefky menyoroti pemanfaatan IP lokal yang berkembang dari ranah digital ke ruang fisik. Kehadiran ritel kreatif berbasis IP ini memperluas interaksi dengan konsumen.

“Melalui ruang kreatif dan pasar ekraf di daerah, kita mendorong karya dan IP lokal semakin dikenal, diapresiasi, dan bernilai ekonomi. Penguatan dari daerah ini menjadi fondasi bagi tumbuhnya ekonomi kreatif nasional,” kata dia.

Beranjak ke Pasar Cihapit, Riefky menegaskan peran strategis pasar dalam rantai nilai ekraf. Di Pasar Cihapit, sejumlah pelaku subsektor kuliner seperti Batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis memanfaatkan momen libur awal tahun untuk meningkatkan penjualan.

Menurut Riefky, pasar kuliner berperan penting dalam mendorong perputaran ekonomi kreatif karena menjadi titik langsung terjadinya konsumsi dan transaksi produk lokal, sekaligus mendukung daya tarik wisata kota.

Selain subsektor kuliner, Riefky juga meninjau pelaku subsektor fesyen dan ritel ekonomi kreatif di kawasan Cihapit. Kehadiran Damakara sebagai jenama fesyen lokal serta Grammars sebagai ruang ritel fesyen dan gaya hidup dengan produk kurasi kreatif menunjukkan keberagaman produk kreatif dalam satu kawasan pasar.

Dia menilai keberadaan berbagai subsektor dalam satu pasar memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan. Aktivitas pasar ekonomi kreatif selama libur Nataru turut mendorong geliat wisata ekraf dan UMKM, dengan fokus utama pada optimalisasi pasar ekraf sebagai bagian dari Asta Ekraf.

“Melalui pasar ekonomi kreatif, produk dan bisnis lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth,” kata Teuku Riefky. (hms/smr)

Pos terkait