Tiga Rookie of The Year di MotoGP 2025 yang Bikin Geger

Siapa bilang pembalap motor gede alias moge debutan cuma mencari pengalaman? Di MotoGP, Moto2 dan Moto3 musim 2025, tiga rookie tampil sangat ganas. Mereka mengaspal bak pembalap veteran yang haus kemenangan.

Semarak.co – Ketiga pembalap merupakan peraih titel Rookie of The Year, sebuah penghargaan disematkan bagi debutan sukses mengemas poin tertinggi. Prestasi mereka tak hanya di atas kertas. Oleh karena itu, performa mereka di lintasan layak dirayakan.

Siapa saja para rookie mumpuni ini? Mari simak ulasannya!

1. Fermin Aldeguer

Ia jadi rookie yang masuk daftar pembalap elite MotoGP. Fermin Aldeguer jadi buah bibir. Pembalap anyar di tim Gresini Racing itu bisa merebut 3 podium sprint dan 3 podium main race. Prestasi tertingginya adalah jadi kampiun di Sirkuit Mandalika, Indonesia.

Kala berlaga di Mandalika, Aldeguer bisa menang dengan gap mencapai 6,987 detik dari Pedro Acosta yang finis runner-up. Setelah menyalip Acosta di putaran ketujuh, Aldeguer tak terkejar hingga akhir balapan yang berdurasi 27 putaran itu.

Ini adalah kemenangan pertamanya di kelas premier. Berkat kemenangan itu, Aldeguer masuk dalam daftar pembalap elite MotoGP. Usianya yang baru 20 tahun dan 183 hari saat menang membawanya ke dalam daftar pemenang termuda MotoGP.

Aldeguer berada di peringkat kedua setelah Marc Marquez yang menang di musim debutnya saat berumur 20 tahun dan 63 hari. Baginya, tahun 2025 memang sarat penghargaan. Pada akhir musim ia sukses mengemas 214 poin dan menempati peringkat kedelapan klasemen akhir.

Prestasi Fermin Aldeguer jauh lebih unggul dari perolehan poin dua rookie pembalap MotoGP yang merupakan pesaing-pesaing terdekat lainnya, yakni Ai Ogura (Trackhouse Racing) dan Somkiat Chantra (Idemitsu Honda LCR).

2. Daniel Holgado

Tampil menawan di Moto2, performa Daniel Holgado begitu trengginas. Rider CFMOTO Inde Apsar Team itu tak kenal takut. Ia beberapa kali bisa beradu sikut dengan pembalap yang lebih mapan, seperti juara dunia Diogo Moreira dan runner-up kejuaraan Manuel Gonzalez.

Tak heran, Holgado bisa meraih 5 pole position dan 5 podium, termasuk kemenangan di Catalunya dan Jepang. Di Catalunya, Holgado tampil sempurna. Start dari pole position, ia bisa mengonversikanya menjadi kemenangan dengan gap 2,5 detik.

Holgado memimpin balapan secara dominan dari awal hingga akhir putaran. Ia tak gentar meski diburu pembalap senior sekaliber Jake Dixon.
Pada akhir musim, Holgado mengemas 208 poin dan menempati peringkat keenam klasemen.

Ia satu-satunya rookie Moto2 yang melewati angka 200 poin musim ini. Holgado lebih unggul dari rookie lainnya seperti David Alonso, Collin Veijer, Ivan Ortola, dan Adrian Huertas. Demikian dilansir Idntimes.com pada 1 Januari 2026.

3. Maximo Quiles

Maximo bikin geger paddock Grand Prix di Moto3. Bagaimana tidak, pembalap debutan CFMOTO Valresa Aspar Team itu mencatatkan sederet prestasi mentereng. Meski cuma mengikuti 18 dari 22 balapan, Quiles bisa meraih 2 pole position, bisa 9 kali naik podium.

Bahkan termasuk 3 kali Maximo jadi pemenang, dan sanggup menempati peringkat ketiga kejuaraan dengan raihan 274 poin. Kisah awal karier Quiles di ajang Grand Prix memang unik. Ia baru memulai balapan di seri ketiga.

Pada dua seri sebelumnya, Quiles masih belum bisa balapan karena berusia di bawah 17 tahun. Kala pertama kali tampil pada seri Amerika, ia langsung bisa melakukan start dari baris terdepan, tepatnya pada urutan kedua di grid.

Hasil balapannya patut diacungi jempol. Ia mampu langsung bersaing di deretan depan dan finis di lima besar. Namun, saat itu Quiles dibekap cedera sehingga harus absen di dua seri. Menariknya, saat kembali di seri Perancis, ia langsung meraih pole position pertamanya di ajang Grand Prix.

Dari sini, deretan prestasinya meningkat pesat. Di seri Italia, Quiles merebut kemenangan pertamanya di Moto3. Pembalap bernomor 28 itu sangat kompetitif. Ia unggul dari Alvaro Carpe dengan gap ekstra tipis, yaitu 0,006 detik.

Di Hungaria, di Sirkuit Balaton Park yang baru pertama kali ia rasakan sebagai debutan, ia tampil sempurna dengan merebut pole position. Bahkan kemudian mencuri kemenangan di lap terakhir dari Valentin Perrone dengan gap 0,018 detik.

Fermin Aldeguer, Daniel Holgado dan Maximo Quiles menjadi buah bibir di paddock Grand Prix. Di masa depan, MotoGP, Moto2 dan Moto3 mempunyai pembalap yang bakal jadi bintang nan bersinar terang. Bisakah mereka tampil makin garang saat berstatus sophomore rider? (net/itc/kim/smr)

Pos terkait