Petenis dunia, Carlos Alcaraz, begitu antusias untuk kembali sebagai juara bertahan di Monte-Carlo. Petenis Spanyol itu berlatih di lapangan tanah liat Monte-Carlo Masters di Monte-Carlo Tennis Masters, Monako, pada hari Minggu, 5 April 2026.
Semarak.co – Petenis negeri Matador Spanyol Carlos Alcaraz antusias menyambut dimulainya musim lapangan tanah liatnya di Monte-Carlo, di mana ia kembali ke lapangan sebagai juara bertahan di ajang ATP Masters 1000 di Monako tersebut.
“Saya sangat, sangat senang bisa kembali ke Monte-Carlo, turnamen pertama musim lapangan tanah liat, setidaknya bagi saya. Turnamen ini sangat bagus,” kata Alcaraz dikutip dari ATP dan dilansir AntaraNews.com pada Senin, 6 Maret 2026.
“Sejujurnya, saya sangat merindukan turnamen ini. Saya akan mencoba menikmati permukaan yang indah ini, turnamen yang indah ini, sebaik mungkin. Ini luar biasa,” ucap petenis tangguh Spanyol yang antusias ingin juara lagi dan tak terlepas.
“Berada di sini sebagai juara bertahan, itu adalah sesuatu yang jujur saja tidak saya pikirkan. Saya hanya mencoba untuk berada dalam pola pikir yang baik dan mencoba untuk menjadi lebih baik setelah setiap latihan, dan mari kita lihat bagaimana hasilnya,” ujar unggulan teratas itu.
Pada tahun 2025 silam, Alcaraz memulai musim lapangan tanah liatnya setelah dua kekalahan beruntun, dari Jack Draper di Indian Wells dan David Goffin di Miami, Amerika Serikat. Namun, sejak kedatangannya di Monako, ia memenangi 33 dari 34 pertandingan berikutnya.
“Minggu ini benar-benar sangat penting. Ini adalah titik balik tahun 2025,” kata Alcaraz. “Setelah perasaan yang saya dapatkan di sini, saya menjadi semakin baik. Saya mengerti dan menyadari bagaimana seharusnya saya bermain setelah minggu ini.”
“Itulah mengapa saya menjalani tahun yang luar biasa setelah ini. Saya ingat saya tidak bermain sebaik itu, tetapi semua yang terjadi setelah itu, itu adalah momen yang luar biasa bagi saya,” ujar petenis peringkat satu ATP tersebut.
Lapangan tanah liat selalu menjadi lahan yang menguntungkan bagi Alcaraz, yang telah memenangi 84,4% pertandingannya di permukaan tersebut, menurut statistik ATP. Hanya Rafael Nadal (90,5%) dan Bjorn Borg (86,1%) yang memiliki persentase kemenangan lebih tinggi.
Alcaraz berusaha kembali ke jalur kemenangan setelah kalah pada babak ketiga di Miami dari Sebastian Korda. “Saya mulai bermain tenis di lapangan tanah liat. Saya tumbuh besar bermain di lapangan tanah liat,” ungkapnya.
“Saya mulai bermain pada usia empat tahun dan saya tidak pernah menyentuh lapangan keras sampai usia delapan tahun, dan itu pun hanya sedikit, jadi saya selalu bermain di lapangan tanah liat,” kata Alcaraz di sebuah kesempatan.
“Itulah mengapa saya merasakan sensasi bermain di musim lapangan tanah liat dan ketika musim lapangan tanah liat berakhir, Anda harus menunggu hampir satu tahun untuk bermain lagi. Jadi itu periode waktu yang sangat lama, setidaknya bagi saya,” lanjutnya.
Alcaraz, yang posisinya saat ini nomor 1 dunia sedang diincar Sinner, merasa percaya diri karena berhasil mengangkat trofi Monte-Carlo tahun lalu. Petenis 22 tahun itu akan menghadapi eks petenis peringkat tiga dunia Stan Wawrinka atau Sebastian Baez di babak kedua, setelah mendapatkan bye babak pertama.
“Saya rasa tidak ada turnamen yang lebih baik untuk memulai musim lapangan tanah liat selain di sini. Saya rasa, dari segi pemandangan, ini adalah turnamen terindah yang kita miliki di tur,” ujar Alcaraz, petenis yang sulit dikalahkan siapapun petenis saat ini.
“Sangat estetis. Ketika lapangan tanah liat sangat bagus, sempurna di awal pertandingan, lapangannya sangat estetis. Benar-benar indah,” ungkap petenis yang telah meraih sekian banyak piala dan penghargaan di berbagai ajang level global. (net/anc/atp/kim/smr)





