Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kembali merosot tajam di tengah meningkatnya ketegangan Iran-Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung usai. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan pasokan energi global.
Semarak.co – Data pelacakan kapal menunjukkan hanya tujuh kapal melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis, 10 September. Angka tersebut turun dari sebelas kapal sehari sebelumnya dan jauh dibandingkan kondisi normal.
Dilansir Reuters, Associated Press (AP) dan Financial Times (11/9/2026), sebelum perang Iran dimulai, rata-rata sekitar 125 kapal per hari melintasi jalur strategis tersebut. Kini rata-rata sepuluh hari terakhir hanya sekitar 15 kapal setiap hari.
Penurunan aktivitas pelayaran terjadi setelah konflik kembali meningkat, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan pemberlakuan kembali blokade negara Paman Sam terhadap ekspor minyak Iran melalui kawasan tersebut.
Situasi ini berdampak langsung terhadap pasar energi. Dilansir Associated Press (AP) pada Jumat (11/9/2026), harga minyak Brent sempat mencapai sekitar 107,63 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS telah menembus 102,48 dolar AS per barel.
Badan Energi Internasional atau IEA bahkan memerkirakan gangguan pasokan berlangsung lebih lama. Lembaga pemerintah itu kini memperkirakan arus normal Selat Hormuz belum kembali sepanjang tahun 2026.
Krisis juga semakin rumit karena kelompok Houthi di Yaman yang didukung pemerintah Republik Iran menguasai pelabuhan Mokha, Yaman, dekat Bab el-Mandeb, jalur penting lain bagi perdagangan energi dan barang dunia.
Bagi perekonomian di tingkat global, gangguan dua jalur pelayaran strategis tersebut sangat berpotensi meningkatkan biaya pengiriman, harga bahan bakar, inflasi serta tekanan terhadap industri yang bergantung pada energi dunia.
Upaya diplomasi tetap berlangsung. Republik Iran dan negara-negara Teluk (Timur Tengah) dijadwalkan membahas kemungkinan pengaturan sementara lalu lintas kapal melalui Hormuz, meski kesepakatan lebih luas masih menghadapi hambatan. (net/rts/ap/ft/kim/smr)





