Moskow memeringatkan Inggris akan menghadapi konsekuensi atas dukungan militernya kepada Ukraina, terutama setelah laporan penggunaan drone buatan Inggris dalam serangan jarak jauh terhadap sasaran wilayah Rusia terbaru pekan ini.
Semarak.co – Ancaman mencuat ketika hubungan Rusia dan Inggris kembali menegang. Kedutaan Rusia di London menuduh pemerintah Inggris mendorong eskalasi melalui dukungan senjata kepada Kyiv dalam perang Ukraina berkepanjangan saat ini.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan keterlibatan Inggris semakin membuat Moskow memertimbangkan London sebagai pihak dalam konflik. Pernyataan itu disampaikan setelah laporan penggunaan drone Inggris menyerang sasaran Rusia terbaru.
Menurut laporan Kantor Berita resmi Inggris, Reuters, dikutip The Guardian dan Al Jazeera serta keterangan pemerintah Inggris (20/8/2026), Inggris berencana memasok sekitar 150.000 drone kepada Ukraina sepanjang tahun 2026.
Paket bantuan negara Britania Raya senilai ratusan juta poundsterling tersebut, telah menunjukkan bahwa pihak London tetap berkomitmen mendukung pertahanan Kyiv (Ukraina) dalam melawan agresi Rusia beserta sekutunya.
Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham menegaskan dukungan negaranya kepada Ukraina tidak berubah. London menyatakan akan terus membantu Kyiv menghadapi invasi Rusia, meski Moskow mengeluarkan peringatan keras terhadap London.
Kendati retorika kian meningkat, belum ada konfirmasi bahwa Rusia berencana melancarkan serangan militer langsung terhadap Inggris. Sejumlah analisis justru menilai risiko utama berada pada aksi siber, sabotase dan tekanan politik langsung.
Ketegangan ini juga menjadi perhatian NATO karena Inggris merupakan anggota aliansi. Setiap serangan terhadap wilayah Inggris berpotensi memicu konsultasi berdasarkan Pasal Lima, meskipun penerapannya bergantung keadaan dan keputusan anggota aliansi.
Perkembangan terbaru menunjukkan perang Rusia-Ukraina semakin berdampak luas terhadap hubungan keamanan Eropa. Ancaman terhadap Inggris menambah kekhawatiran mengenai kemungkinan salah perhitungan yang dapat memerbesar konflik regional dan internasional secara signifikan. (net/rts/tg/alz/pi/kim/smr)





