Ramengvrl rilis album perdana Can't Speak English. Foto: internet

Penyanyi Ramengvrl akhirnya resmi merilis album perdana berjudul Can’t Speak English di industri musik Indonesia. Lagu Can’t Speak English berisi 10 lagu, termasuk Vaselina, Look At Me Now, dan The Emo Song yang telah dirilis.

semarak.co-Seluruh lagu di album ini merupakan representasi kepribadian Ramengvrl yang belum pernah ia tunjukkan dalam rilisan sebelumnya. Mengenai judul Can’t Speak English, Ramengvrl mengatakan bahwa kalimat tersebut tidak diartikan secara harfiah.

Namun, kata Ramengvrl, makna dari judul album ini ingin menunjukkan bahwa setiap orang bisa melakukan atau menjadi sesuatu yang diinginkan walaupun ada keterbatasan dan juga halangan.

“Ini adalah sebuah album di mana orang akan mengenal saya lebih dalam. Tapi di sisi yang lain saya sangat berharap album ini juga bisa menjadi sebuah pegangan bagi yang mendengarkan,” kata Ramengvrl dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Ditambahkan Ramengvrl, “Kita semua mungkin tidak berbicara dalam bahasa Inggris awalnya, tapi itu bukan penghalang untuk kita tetap berkarya. Kalian bisa menjadi siapa pun yang kalian mau, jangan sampai tekanan sosial ataupun keraguanmu sendiri menghalangi kalian mencapai mimpi yang kalian cita-citakan.”

BACA JUGA :  Tercatat Selalu Pindah Klub, Striker Marco Simic Isyaratkan Pensiun di Persija

Ramengvrl juga banyak berkolaborasi di album ini, seperti dengan rapper berdarah Latin-Amerika Euro yang tampil pada lagu Vaselina, rapper Amerika-Korea Ted Park di Look At Me Now, Sihk di The Emo Song, penyanyi Amerika Serikat Inayah dalam lagu Go Get Dat B, dan penyanyi asal Thailand Pyra di lagu “oreign.

Can’t Speak English juga diproduseri sejumlah produser musik ternama dunia, seperti Roark Bailey (Post Malone), Omega (Iggy Azalea, Chloe x Halle), Swede of 808 Mafia (Lil Wayne, DJ Khaled), hingga Cassius Jay (Cardi B, Migos, Future, Justin Bieber).

Album ini dirilis di bawah naungan Juni Records dan label asal Amerika Serikat, Empire. Album ini juga merupakan karya Ramengvrl paling kohesif dan siap untuk membawa fenomena lintas budaya ke seluruh penjuru dunia.

“Ramengvrl adalah aset global. Dia bermusik bukan hanya untuk negaranya. Dia berbicara dari hati dan jiwanya mengenai pengalaman hidupnya, dan setiap orang di belahan dunia mana pun pasti pernah mengalami hal yang sama,” ujar Tina Davis selaku Vice President A&R Empire. (net/smr)

LEAVE A REPLY