Pentagon gunakan Starlink untuk mencampuri urusan negara lain. Tudingan itu datang dari rival terkuat negara adidaya Paman Sam, Rusia. Roket SpaceX Falcon 9 dengan 23 satelit Starlink di dalamnya diluncurkan dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station di Florida, Amerika Serikat (AS).
Semarak.co – Tudingan itu meluncur dari Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov. Markas besar Departemen Pertahanan AS, Pentagon, sebutnya, memanfaatkan sistem komunikasi satelit Starlink untuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain.
Alimov menyoroti isu penggunaan sistem internet satelit Orbit Rendah Bumi, yang disebutnya ilegal, dalam Forum Keamanan Internasional di Moskow, Rabu. “Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional,” tudingnya.
“Hal itu digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes,” kata dia. SpaceX, perusahaan antariksa yang mengelola Starlink, tidak merahasiakan fakta bahwa mereka adalah kontraktor Pentagon, kata diplomat itu.
“Kita sekarang melihat bagaimana perusahaan ini berkembang di pasar global dengan dalih kemudahan komunikasi satelit, secara efektif memperoleh kemampuan untuk memengaruhi penduduk negara lain. Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan,” ujar Alimov.
Karena itu, tutur dia seperti dilansir AntaraNews.com dari Spuknik (27/5/2026), Rusia berupaya memastikan regulasi yang transparan terhadap penggunaan sistem tersebut dan kepatuhan operator terhadap hukum nasional negara tempat mereka beroperasi. (net/ant/spk/kim/smr)





