Salah satu ekspresi Gultom sebagai Woyzeck dalam pentas Woyzeck Bangkit Dari Sungai produksi teater Kelompok Teater Kami karya HPBah. Foto: dok Teater Kami di facebook HPBah

Goresan kenangan duka dari Harris Priadi Bah (HPBah), sutradara dan pimpinan grup teater Kelompok Teater Kami atas meninggalnya sang aktor Gultom TeWe tadi pagi Jumat (7/5/2021) di Jakarta. Gultom adalah aktor Harris saat menggarap naskah Woyzeck yang bermain sangat apik dan mengenangkan nostalgia manis.

semarak.co-“Awalnya hanya ingin memberinya semangat dan penghiburan kepada Yang Sakit, karena itu aku menelponnya lewat aplikasi video call dan dengan spontan saja aku sampaikan kepadanya sebuah ide dan gagasan yang akan aku garap bersamanya kalau si sakit sembuh, kelak,” ujar Harris, seperti dikutip dari akun facebook@hpbah.

Rupanya bukan hanya terhibur, lanjut tulisan Harris, Yang Sakit itu bahkan jadi begitu bersemangat dan kelihatan sekali daya hidupnya bangkit. Maka di akhir percakapan aku berkata padanya akan serius mewujudkan rencana dan gagasan yang kami bicarakan dengan penuh canda tawa dan gairah itu.

Aku senang telah bisa membuat Yang Sakit tertawa terkekeh-kekeh, tawanya yang khas itu. Ide liar terkadang suka muncul dalam kondisi dan situasi yang aneh, absurd sekaligus ajaib. Jadi kira-kira semacam inilah percakapan yang kulakukan lewat video call dengan Yang Sakit didampingi istrinya yang saat itu masih dirawat di rumah sakit.

BACA JUGA :  Serial Drama Trap Kembali Diproduksi dengan Hadirkan Aktor-Aktor Baru

HPBah;

bajingan, muke loe tuh antagonis dan berkarakter banget, gua jadi kepikiran mao ngidupin lagi tokoh Woyzeck, pokoknya loe harus sehat dulu, janji sama gua ya Tom, gua akan buat naskahnya, adegan openingnya saja dulu, nanti kita diskusikan kelanjutannya.

Yang Sakit;

(Tertawa terkekeh dan wajahnya kelihatan sekali bahagia dan berseri-seri, dia berkata dengan nada yang kuat dan pasti)

Oke, Liani ajak main ya?

HPBah;

Oh ya, Liani ikut main juga, dialah pelacur yang menyelamatkanmu dari sungai itu.

(Yang sakit dan istrinya tertawa bersama-sama)

“Ingat ini bukan karya Buchner tapi karya HPBah. “Woyzeck Bangkit Dari Sungai” sementara itu judulnya, dan Liani sebagai pelacur yang menyelamatkan Woyzeck yang nyaris tenggelam di sungai itu.

Begitulah dialogku dengan “Yang Sakit” itu, dua hari yang melewat, dan pagi tadi “Yang Sakit” aktorku yang memainkan dengan patut tokoh Woyzeck, karya Goerge Buchner itu, telah menjadi “orang yang beruntung” bersebab bertemu sutradara sejatinya.

Ide dan gagasan “Woyzeck Hidup Kembali” menguar menjadi doa, menjadi nyanyian bagi aktorku yang berpulang dalam damai. Selamat berpulang WYZCK selamat berpulang Gultom TeWe. Abadi dalam panggungmu. (smr)

LEAVE A REPLY