Mendikdasmen Mu’ti: Pendidikan Bermutu Harus Libatkan Sekolah, Keluarga, Masyarakat dan Media

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua tidak dapat hanya bertumpu pada sekolah formal.

Semarak.co – Saat kunjungan kerja ke Tuban, Mu’ti menyatakan, pendidikan harus dibangun sebagai sebuah kesatuan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media secara selaras.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan formal itu penting, tetapi tidak cukup. Pendidikan nonformal dan informal harus diperkuat agar setiap warga negara tetap mendapatkan haknya atas pendidikan bermutu,” ujar Mu’ti, dirilis humas melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa malam (13/1/2026).

Kemendikdasmen terus mendorong penguatan pendidikan nonformal melalui kursus dan pelatihan, pendidikan kesetaraan, pendidikan jarak jauh, serta pendidikan terbuka. Pendidikan nonformal dinilai memiliki keunggulan fleksibilitas waktu belajar, dengan kurikulum terstandar dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Di Tuban, pendidikan berbasis masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Mendikdasmen mencontohkan pelatihan pengolahan hasil laut agar tidak hanya diolah secara tradisional, tetapi memiliki nilai tambah ekonomi.

Program tersebut dapat diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tanpa harus membangun gedung sekolah baru, selama terdaftar secara resmi dan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dengan demikian, satuan pendidikan kesetaraan dapat memperoleh Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), serta lulusannya mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal.

“Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, serta tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika sudah terdaftar resmi dan tertib dalam penyelenggaraannya, maka ijazahnya diakui dan dapat digunakan, termasuk ke perguruan tinggi,” jelasnya.

Mendikdasmen juga menyampaikan berbagai dukungan pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan di Kabupaten Tuban. Program revitalisasi satuan pendidikan menyasar 10 PAUD, 17 SD, 7 SMP, dan 4 SMA dengan total bantuan mencapai Rp21,5 miliar.

Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen melakukan penandatanganan batu peresmian fasilitas pendidikan dan rumah ibadah, serta meninjau sejumlah ruang kelas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk memastikan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun yang dikelola masyarakat, berkembang dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.

Mendikdasmen menekankan pentingnya sinergi antarpusat pendidikan, yakni pendidikan yang berpusat pada sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Ia mengingatkan, keberhasilan pendidikan di sekolah harus didukung keluarga dan masyarakat yang sejalan, serta pemanfaatan media, termasuk media sosial secara bijak.

Mu’ti juga mengajak masyarakat untuk membangun kesalehan digital dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana berbagi ilmu, nilai kebaikan, dan informasi yang mencerahkan, sekaligus memperkuat karakter, persatuan, dan nasionalisme generasi muda. (hms/smr)

Pos terkait