Penayangan perdana (world premiere) film misteri pembunuhan yang telah sukses mengemas 6 part sebelumnya, “Scream 7” di Paramount Studios, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu malam (25/2/2026) tidak berjalan dengan tenang.
Semarak.co – Acara yang seharusnya menjadi perayaan kembalinya waralaba horor ikonik tersebut, justru diwarnai oleh aksi unjuk rasa besar-besaran dari para aktivis dan penggemar film Amerika yang memboikot film tersebut.
Aksi protes ini merupakan buntut dari pemecatan kontroversial aktris utama, Melissa Barrera, pada 2023. Barrera didepak oleh rumah produksi Spyglass Media Group setelah ia mengunggah pernyataan dukungan terhadap Palestina di media sosialnya.
Pernyataan dukungan Melissa Barrera terhadap Palestina yang oleh pihak studio dianggap sebagai konten antisemitisme. Dilansir oleh Detik.com dari EW pada hari Jumat, 27 Februari 2026, adalah kelompok demonstran.
Kelompok demostran tersebut yang terdiri dari organisasi seperti Entertainment Labor for Palestine, CODEPINK LA, dan Jewish Voice for Peace berkumpul di luar gerbang studio, melakukan unjuk rasa protes terhadap pemecatan Melissa.
Mereka membawa bendera, pengeras suara dan spanduk bertuliskan dukungan untuk kebebasan berbicara serta seruan untuk memboikot film itu. “Kami menolak membiarkan waralaba yang kami cintai digunakan sebagai alat sensor terhadap mereka yang menyuarakan keadilan,” ujar koordinator aksi dalam pernyataannya.
Meskipun tidak lagi menjadi bagian dari film tersebut, Melissa Barrera tampaknya tetap memerhatikan gerakan dukungan yang mengalir untuknya. Melalui unggahan di Instagram Story-nya sesaat setelah protes dimulai, aktris asal Meksiko itu mengunggah pesan singkat namun bermakna.
“I see you“, lengkap dengan emoji hati berwarna merah. Pesan tersebut dianggap sebagai bentuk apresiasi Barrera kepada para penggemar yang masih setia membelanya meskipun kariernya di “Scream” telah berakhir secara mendadak.
Sutradara karya sinema “Scream 7” yang sukses dalam 6 part sebelumnya tersebut, Kevin Williamson, yang juga hadir di karpet merah, memberikan respons yang cukup diplomatis saat ditanya mengenai unjuk rasa tersebut.
“Kita hidup di Amerika. Kita memiliki hak untuk memprotes,” ujar Williamson kepada awak media. “Mereka berhak untuk didengar dan menyuarakan kebenaran mereka. Saya mendukung hak tersebut 100 persen,” lanjutnya.
Pemecatan Barrera pada November 2023 memicu efek domino bagi produksi sinema “Scream 7”. Tak lama setelah ia keluar, lawan mainnya, Jenna Ortega, juga memutuskan untuk hengkang (meskipun secara resmi beralasan jadwal yang bentrok).
Sutradara sebelumnya, Christopher Landon, juga dikabarkan menyatakan resign (mengundurkan diri). Meski tak secara gamblang menyebut alasan utamanya, dia menyebut proyek tersebut sebagai “pekerjaan impian yang berubah menjadi mimpi buruk.”
Kekosongan tersebut akhirnya memaksa pihak studio untuk merombak total naskah dan memanggil kembali Neve Campbell, sang bintang asli waralaba ini, untuk memerankan kembali karakter Sidney Prescott guna menyelamatkan proyek film tersebut.
Film ini pun banjir kritik di berbagai situs review. Kebanyakan atau jika dirata-ratakan, mereka hanya memberikan 42% saja dan menjadi film paling buruk dari waralaba tersebut (hanya terpaut sedikit dari “Scream 3”).
(net/dc/kim/smr)





