Menteri Edhy Prabowo sudah mengenakan rompi kuning sebagai tanda tahanan KPK yang mendekam di penjara cabang gedung KPK usai ditetapkan tersangka Rabu tengah malam (25/11/2020). foto: internet

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka, bersama enam orang lainnya. Menteri Edhy diduga menerima gratifikasi uang dari proses izin ekspor benih lobster dan membelanjakannya saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) 21-23 November 2020.

semarak.co-Usai mengikuti jumpa pers pimpinan KPK, Menteri Edhy Prabowo mengatakan, apa yang dialaminya ini adalah kecelakaan. Dirinya akan bertanggung jawab dunia akhirat. Dia pun minta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat perikanan yang mungkin banyak terkhianati.

“Saya juga minta maaf kepada keluarga besar partai saya (Gerindra) dan saya akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum partai. Saya juga akan minta untuk tidak lagi jadi menteri dan saya kira prosesnya sudah berlangsung. Saya akan hadapi dengan jiwa besar,” ujar Edhy saat menuju rutan cabang KPK lantai II, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu tengah malam (25/11/2020), pukul: 00.10. WIB.

Dalam jumpa pers KPK ini disebutkan, Menteri Edhy terjaring dalam operasi tangkap tangan sepulang dari kunjungan kerja ke AS. Pada saat lawatan di AS itulah diduga Edhy dan istrinya membelanjakan uang senilai Rp750 juta yang berasal dari dugaan pemberian hadiah dalam kasus ekspor benih lobster.

“Pada tanggal 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening pengurus PT ACK ke rekening salah satu bank atas nama AF (staf istri menteri Edhy) sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo dan istrinya serta SAF dan APM (keduanya staf khusus Menteri Edhy),” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Uang itu, kata dia, lalu digunakan untuk belanja barang mewah di Honolulu AS pada tanggal 21-23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta. Di antaranya berupa jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy.

Barang-barang yang kemudian disita KPK itu diperlihatkan dalam jumpa pers KPK, termasuk pula sebuah sepeda. Namun belum jelas bagaimana keterkaitan sepeda itu dalam kasus yang menjerat Edhy.

Berdasarkan informasi yang diterima KPK, sejumlah tim lalu dibentuk hingga kemudian mereka melakukan operasi tangkap tangan pada Rabu malam (25/11/2020) sekitar pkl 00.30 di sejumlah lokasi yakni Bandara Soekarno Hatta, Depok, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Total ada 17 orang yang diamankan dan diperiksa KPK, termasuk Menteri KKP Edhy Prabowo dan istrinya yang juga merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, serta dua orang Dirjen di Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah staf khusus Menteri Edhy, staf istri menteri Edhy, juga pengusaha.