Para pemimpin dunia berkumpul di markas PBB, New York, Amerika Serikat (AS) menghadapi agenda diplomasi padat, mulai konflik bersenjata, perubahan iklim, kecerdasan buatan, hingga reformasi kelembagaan organisasi internasional.
Semarak.co – Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) ke-81 memasuki pekan tingkat tinggi pada 22 September 2026, dengan sekitar 130 kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan global dan kepentingan bersama di forum dunia itu.
Menurut PBB, agenda tahun ini mencakup keamanan internasional, perubahan iklim, kesiapsiagaan pandemi, kenaikan permukaan laut, pembangunan berkelanjutan serta upaya memerkuat kepercayaan terhadap sistem multilateral dan kerja sama internasional berkelanjutan.
Dilansir dari laman Un.org, Associated Press dan Reuters (21/9/2026), perang di Timur Tengah, Ukraina, Sudan, Kongo dan Myanmar menjadi latar penting pertemuan, sementara gangguan jalur perdagangan turut meningkatkan kekhawatiran mengenai harga energi, pangan dan stabilitas ekonomi global.
Isu kecerdasan buatan (AI/artificial intelegen) juga mendapat perhatian besar karena perkembangan teknologi berlangsung cepat, sementara aturan global yang mengatur risiko seperti keamanan, penyalahgunaan dan dampaknya terhadap masyarakat masih terus berkembang secara internasional.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berbicara pada Selasa (22/9/2026), sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian termasuk pemimpin yang dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu (23/9/2026) dalam sidang nantinya.
Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri sidang secara langsung dan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Donald Trump di Washington. Rusia juga tidak mengirim Presiden Vladimir Putin ke pertemuan tahunan 2026 itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menghadapi sidang terakhirnya bersama para pemimpin dunia sebelum masa jabatannya berakhir pada 31 Desember 2026. Ia mendorong kerja sama internasional menghadapi berbagai ancaman global saat ini.
Selain konflik dan teknologi, reformasi PBB menjadi pembahasan penting. Negara-negara anggota telah menyepakati paket perubahan luas, termasuk gagasan memerbarui lembaga utama agar lebih mencerminkan kondisi dunia saat ini secara menyeluruh.
Pertemuan tingkat tinggi berlangsung hingga 29 September 2026, dengan sejumlah agenda khusus mengenai pembangunan, kenaikan permukaan laut, pencegahan pandemi, serta diplomasi global mengenai penghapusan senjata nuklir yang dijadwalkan sepanjang pekan. (net/pbb/uo/ap/rts/kim/smr)





