PBB memeringatkan bahwa Gaza belum dapat pulih sepenuhnya. Warga masih menghadapi kekurangan air bersih, sanitasi, tempat tinggal, layanan kesehatan, listrik, pekerjaan serta kebutuhan dasar berkelanjutan lainnya setiap hari hingga kini.
Semarak.co – Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ramez Alakbarov mengatakan bantuan pangan menunjukkan perkembangan, tetapi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan dan uang tunai tetap tinggi karena pemulihan ekonomi belum berjalan secara menyeluruh di Gaza.
Menurut PBB, lebih dari 300.000 anak Gaza kini belajar melalui ruang pendidikan sementara. Namun, infrastruktur pendidikan rusak berat dan kebutuhan pendanaan masih besar untuk menjaga layanan tetap berjalan sepanjang tahun.
PBB/OCHA dan WAFA (1/10/2026), melaporkan pada 25 September, menyebut sekitar 495.000 anak terdaftar dalam ruang belajar yang didukung PBB dan mitra. Sekitar 200.000 anak masih belum memperoleh pembelajaran terstruktur secara memadai hingga saat ini.
Masalah air juga menjadi perhatian serius. Laporan OCHA dan WAFA mencatat akses air, kebersihan dan sanitasi tetap buruk, sementara keterbatasan bahan bakar serta suku cadang mengganggu layanan penting bagi warga Gaza setiap hari.
Menjelang musim hujan, kondisi tempat pengungsian semakin mengkhawatirkan. Banyak keluarga tinggal dalam tenda atau bangunan darurat yang minim perlindungan terhadap banjir, angin dan cuaca buruk sepanjang musim mendatang di Gaza.
PBB menilai pemulihan Gaza membutuhkan dukungan jangka panjang untuk membersihkan puing, memerbaiki fasilitas kesehatan, menyediakan air, memulihkan pendidikan serta membangun kembali layanan dasar masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan bersama mitra.
Alakbarov menyebut warga Gaza berharap dapat meninggalkan kehidupan di tenda, kembali bekerja dan bersekolah, serta memulihkan layanan air, sanitasi, listrik, dan infrastruktur komunitas mereka secara bertahap demi kehidupan yang layak. (net/pbb/ocha/wafa/kim/smr)





