Kisah-Kisah Dramatis Dibalik Pembangunan RSI Gaza

Oleh Geisz Chalifah.

semarak.co-Seorang supir bajaj berhenti di depan Kantor MER-C memberikan sumbangan Rp20.000. Lalu dia kembali menarik Bajajnya. Serombongan pengamen dan pengemis menyewa mikrolet, datang ke MER-C membawa uang yang dikumpulkan untuk di sumbangkan pada pembangunan RS di Gaza.

Seorang ibu pemilik warung di Bogor membawa satu kaleng biskuit yang penuh berisi uang logam untuk disumbangkan ke rumah sakit Indonesia yang sedang dibangun. Seorang anak berumur 6 tahunan, membawa celengan berbentuk ayam jago dan menyerahkan seluruh isi celengannya untuk di sumbangkan ke MER-C.

Seorang bapak yang telah renta, datang ke rasil dengan berganti-ganti angkot membawa uang Rp 20.000 untuk disumbangkan ke Gaza, Krisna penyiar rasil bertanya, bapak jauh-jauh datang kemari mengapa tidak telepon saja agar kami yang datang.

Bapak itu menjawab: saya ingin melihat radio yang menemani hari-hari akhir dalam hidup saya. Sepasang suami istri datang membawa mobil, menyerahkan kunci mobil, STNK dan BPKB, lalu suami istri itu pulang ke wilayah tanggerang dengan naik kereta.

BACA JUGA :  PPEI Dorong UKM Ekspor ke Mancanegara

Seorang ibu pasca mengalami stroke dengan tertatih- tatih menaiki kereta guna mendatangi kantor MER-C, menyerahkan perhiasan emas dan berlian miliknya, disumbangkan untuk pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza.

Seorang nenek berusia 80an tahun datang membawa uang Rp 50 ribu, ketika ingin pulang seorang dokter di MER-C tak tega melihatnya lalu dokter itupun mengantar nenek itu pulang kerumahnya.

Seorang bapak2 supir taxi setiap hari Jum’at datang Ke MER C menyerahkan sumbangan utk Rumah Sakit Indonesia di Gaza dari yg ia sisihkan dari hasil mengemudi taxinya.
Kita di MER C menamakannya donatur Jum’at.

Seorang anak datang ke MER C, membawa uang dalam kaleng memberi sumbangan utk RSI Gaza. Ketika ditanya uang ini dari mana?
Anak itu menjawab: Dia berkeliling komplek, mengetuk setiap pintu rumah.

Kalau sekelas MER C dipertanyakan kredibiltasnya hanya krn kepentingan politis, smtr mrk (MER C) dari tahun ketahun adalah para dokter yg mengabdikan hidupnya utk kemanusiaan dimanapun. Maka mari kta sama2 katakan:

BACA JUGA :  Yang Berbahaya, Nilai PWI-PD: Bila Quick Count Dilakukan dengan Kecurangan

#MerCMembanggakanBangsa
#MerCMembanggakanBangsa

Rumah sakit Indonesia di Gaza terbangun, rakyat Palestina dan banyak negara di dunia kagum. Dimanapun bencana dalam negeri MER C selalu hadir. Hari ini apapun statusnya hesteknya adalah:

#MerCMembanggakanBangsa
#MerCMembanggakanBangsa

*) penulis aktivis kemanusiaan dan Komisaris Ancol

 

sumber: m.facebook.com di WAGroup KAHMI Nasional/twitter@GeiszChalifah

LEAVE A REPLY