Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi dengan PT Havelaar Prakarsa Internasional untuk mendukung penerbitan dan pemanfaatan buku “Indonesia Scene on Screen”.
Semarak.co – Buku yang memuat 80 lokasi syuting potensial di Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat promosi Indonesia sebagai destinasi produksi film dan televisi kelas dunia, sekaligus mendongkrak investasi di subsektor perfilman.
“Ekosistem pendukung seperti buku ini akan memperkuat daya tarik Indonesia bagi rumah produksi internasional,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya, saat audiensi dengan PT Havelaar, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Kamis (21/11/2025).
Kemenekraf mendukung penuh penerbitan sekaligus bedah buku sekaligus memanfaatkannya untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Menekraf menilai buku ini sejalan dengan agenda penguatan subsektor perfilman.
“Kolaborasi ini tidak berhenti pada penerbitan buku. Salah satu indikator kinerja utama kami adalah peningkatan investasi, dan subsektor film menjadi salah satu yang pertumbuhannya sedang kami dorong,” jelas Riefky.
Buku Indonesia Scene on Screen memuat 80 lokasi, dengan 18 di antaranya telah digunakan sebagai lokasi produksi film internasional. Buku ini menampilkan foto-foto berkualitas tinggi, informasi lokasi, referensi film, serta kisah menarik dari balik layar.
Buku ini juga telah diadopsi oleh TVRI yang memiliki 34 stasiun regional, sehingga dapat memperluas jangkauan promosi lokasi syuting sekaligus membuka peluang layanan pendampingan produksi bagi sineas asing maupun sineas muda Indonesia.
Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Isu Strategis Gemintang K. Mallarangeng, menjelaskan penerbitan termasuk dalam subsektor yang memiliki potensi cukup besar dalam pasar ekspor, terutama di negara-negara dengan permintaan tinggi terhadap konten kreatif dan visual.
“Penerbitan termasuk subsektor yang berkontribusi ekspor potensial, dengan pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, serta kawasan Timur Tengah. Wilayah seperti Dubai dan Qatar menjadi hub penting karena posisinya sebagai pusat perdagangan dan distribusi konten kreatif,” ujar Gemintang.
Direktur PT Havelaar Prakarsa Internasional Pamungkas Trishadiatmoko menyampaikan bahwa buku ini lahir dari semangat untuk menghubungkan potensi lokasi di daerah dengan peluang industri perfilman global.
“Kami memiliki kesamaan visi dalam membangun ekonomi kreatif dari daerah. Buku ini menampilkan potensi lokasi yang dapat menjadi lokasi syuting dan akan melibatkan seluruh ekosistem kreatifnya, mulai dari perusahaan film, produser, aktor, hingga fotografer,” ujar Pamungkas.
Dalam penjajakan ini, PT Havelaar Prakarsa turut memaparkan rencana bedah buku dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Ekraf menyatakan kesiapan mendukung melalui penyediaan akses lokasi dan fasilitasi sinergi dengan kementerian/lembaga terkait. (hms/smr)





