KAI Siapkan 649.780 Tempat Duduk pada Libur Panjang Isra Mikraj 2026

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 649.780 tempat duduk selama masa libur panjang Isra Mikraj.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 649.780 tempat duduk selama masa libur panjang Isra Mikraj. Kesiapan ini mendukung kelancaran perjalanan pelanggan yang memanfaatkan kereta api untuk berlibur maupun mengunjungi berbagai destinasi wisata di sejumlah kota tujuan.

Semarak.co – Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan, hingga 13 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket telah mencapai 347.381 tiket dengan tingkat okupansi 53,46%.

Bacaan Lainnya

“Capaian tersebut menunjukkan minat perjalanan yang terus terjaga sejak awal periode libur, seiring kereta api menjadi moda transportasi pilihan yang nyaman dan terjadwal,” ujarnya, dirilis humas melalui WAGroup Pewarta KAI Pusat, Selasa (13/1/2026).

Pergerakan pelanggan tercatat berlangsung merata setiap harinya. Pada 15 Januari tercatat 101.470 tiket terjual, 16 Januari sebanyak 85.971 tiket, 17 Januari mencapai 60.052 tiket, dan 18 Januarisebanyak 99.888 tiket. Pola ini mencerminkan aktivitas perjalanan yang meningkat menjelang akhir pekan libur panjang.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI juga mengoperasikan kereta tambahan dengan total 45.791 tempat duduk, terdiri dari 34.287 tempat duduk kelas eksekutif dan 11.504 tempat duduk kelas ekonomi.

Selama periode libur panjang ini, relasi dengan volume pelanggan tertinggi didominasi rute menuju kota wisata dan pusat budaya. Sepuluh relasi terfavorit meliputi Yogyakarta–Gambir (6.764 pelanggan), Gambir–Yogyakarta (6.469 pelanggan), Lempuyangan–Pasar Senen (5.244 pelanggan), Pasar Senen–Lempuyangan (4.829 pelanggan).

Selain itu, Gambir–Semarang Tawang (3.741 pelanggan), Semarang Tawang–Gambir (3.545 pelanggan), Gambir–Bandung (3.402 pelanggan), Bandung–Gambir (3.296 pelanggan), Yogyakarta–Gambir (3.110 pelanggan), serta Bandung–Yogyakarta (3.004 pelanggan).

Anne menyatakan, tingginya pergerakan pada relasi tersebut turut memperkuat akses masyarakat menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan kawasan budaya. Konektivitas berbasis rel memberikan kemudahan perjalanan yang berdampak pada aktivitas ekonomi di daerah tujuan. (hms/smr)

Pos terkait