Harga Minyak Dunia Menanjak, Konflik AS-Iran Kembali Mengguncang Pasar Energi

Ketegangan militer Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanaskan pasar energi dunia. Investor kini mengkhawatirkan gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang dapat memperbesar tekanan ekonomi global.

Semarak.co – Harga minyak dunia kembali menjadi perhatian setelah ketegangan AS dan Iran mendorong kekhawatiran gangguan pasokan energi, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari.

Bacaan Lainnya

Kantor Berita Inggris, Reuters melaporkan pada hari Ahad (6/9/2026) Brent ditutup 96,28 dolar AS per barel pada Jumat, naik 0,8%. Dalam sepekan, Brent melonjak 7,6%, sedangkan WTI meningkat hampir 10% secara keseluruhan pada perdagangan global.

Kenaikan tersebut terjadi setelah pertukaran serangan militer AS dan Iran kembali berlangsung. Investor khawatir konflik berkepanjangan menghambat pengiriman minyak mentah dari kawasan Teluk ke pasar dunia dalam waktu dekat.

Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena merupakan jalur penting perdagangan energi internasional. Gangguan pelayaran dapat meningkatkan biaya transportasi, asuransi, serta risiko keterlambatan pasokan minyak bagi banyak negara pengimpor global.

Dampaknya mulai terasa pada harga bahan bakar. Reuters melaporkan rata-rata harga bensin AS diperkirakan mencapai 4,03 dolar AS per galon selama akhir pekan Labor Day, mencetak rekor baru nasional bagi konsumen.

Kenaikan harga minyak juga meningkatkan kekhawatiran inflasi global karena biaya energi memengaruhi transportasi, produksi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan masyarakat. Bank sentral harus mencermati tekanan tersebut lebih serius dalam beberapa bulan.

Pasar kini menunggu perkembangan konflik AS dan Iran serta kondisi pelayaran di jalur strategis Selat Hormuz. Jika ketegangan mereda, harga dapat stabil, tetapi eskalasi baru berpotensi mendorong minyak semakin tinggi pada pekan depan. (net/rts/kim/smr)

Pos terkait