Kementerian Transmigrasi (Kementrans) melepas 36 peserta pelatihan Pengembangan Kawasan Transmigrasi dan Pengentasan Kemiskinan ke Tiongkok, sebagai transformasi transmigrasi yang kini tidak hanya berfokus pada pembangunan dalam negeri, tetapi juga memperluas kerja sama internasional.
Semarak.co – Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan, peserta yang diberangkatkan terdiri dari transmigran, akademisi, analis internal kementerian, para pelatih balai pelatihan transmigrasi, serta pejabat setingkat direktur dan kepala divisi dari departemen pemerintah terkait.
“Kami ingin agar mereka betul-betul mempelajari best practice-nya itu seperti apa. Mereka akan di sana dua minggu. Nah inilah yang nanti akan kita lakukan, implementasikan baik pengentasan kemiskinan dalam konteks wilayah, kemudian kabupaten, sampai desa dan keluarga,” katanya, dirilis humas melalui WAGroup ForWaTrans, Jumat (8/5/2026).
Mentrans menilai Tiongkok berhasil menjalankan strategi pengentasan kemiskinan secara bertahap selama beberapa dekade hingga mampu menekan angka kemiskinan ekstrem. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk dipelajari dan diadaptasi di kawasan transmigrasi Indonesia.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari undangan Kedubes Tiongkok kepada Kementrans dalam rangka memperkuat kerja sama dan pertukaran pengetahuan di bidang pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan, dengan pembiayaan kegiatan ditanggung oleh Pemerintah Tiongkok.
Salah satu peserta asal Papua Barat Daya, Oktavianus Kolin optimistis terhadap program tersebut. Ia berharap pengalaman belajar di Tiongkok dapat diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Papua Barat Daya.
“Saya dari Papua Barat Daya mengikuti ke Beijing untuk belajar pengantasan kemiskinan. Oleh sebab itu, saya juga ingin tahu dan ingin belajar untuk bagaimana program Kementerian Transmigrasi ini dapat saya bawa ke daerah kerja saya,” ujarnya. (HLV/SMR)





