Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo memberi sambutan acara Asset Sales Festival Nasional Bank BTN Tahun 2021. foto:humas BTN

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menawarkan aset potensial yang dimiliki bank pelat merah ini kepada para investor. Penawaran tersebut dilakukan dengan menggelar acara Asset Sales Festival Nasional Bank BTN Tahun 2021 di Jogjakarta, Jumat (18/6/2021).

semarak.co-Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pada gelaran Asset Sales Festival Nasional ini, perseroan menawarkan 8.140 unit dengan nilai sekitar Rp3 triliun. Adapun aset yang ditawarkan berupa rumah tapak, ruko, apartemen, proyek perumahan dan hotel.

“Kami ingin mengajak investor yang tertarik dengan sektor properti untuk bisa ikut dalam Asset Sales Festival Nasional Bank BTN ini. Pastinya banyak properti yang potensial dan menguntungkan bagi mereka,” jelas Haru seperti dirilis humas by pesan elektronik, Minggu (20/6/2021).

Kegiatan Asset Sales Festival tahun ini, terang Haru, kelanjutan dari kegiatan serupa di lima kota tahun 2020. Tahun ini, setelah Yogyakarta, rencananya Asset Sales Festival digelar di Jakarta dan Surabaya. “Dari acara Asset Sales Festival tahun lalu, aset yang berhasil dijual Rp513 miliar. Tahun ini ditargetkan Rp600 sampai Rp700 miliar,” kata Haru.

BACA JUGA :  Incar Potensi Jaksel sebagai Penggerak Perekonomian, BTN Relokasi Cabang Jakarta Kuningan

Melalui Asset Sales Festival ini, kata Haru, merupakan waktu yang tepat bagi para investor berinvestasi di sektor properti. Apalagi kondisi industri properti saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Haru optimitistis, hingga akhir tahun ini dari 8.140 unit properti yang ditawarkan bisa terjual semuanya.

Untuk itu, kata dia, bank yang core bisnisnya kredit pemilikan rumah (KPR) ini akan mengerahkan seluruh kantor wilayah BTN di berbagai daerah untuk bisa menjual aset-aset potensial tersebut kepada para investor. “Hingga saat ini sudah ada komitmen pembelian aset mencapai Rp300 miliar,” tegasnya.

Jika penjualan aset potensial ini berhasil dilakukan dengan optimal, lanjut dia, maka tidak saja dapat mengurangi rasio kredit bermasalah, namun juga meningkatkan kemampuan Bank BTN untuk terus berekspansi kepada kredit-kredit baru khususnya sektor perumahan.

Hingga akhir tahun ini Bank BTN menargetkan NPL Gross bisa ditekan pada angka rasio sekitar 3,5%-3,7% atau turun dari posisi kuartal I/2021 yang sebesar 4,25%. Hingga Mei 2021, kata Haru, BTN berhasil melakukan recovery aset senilai Rp423 miliar.

BACA JUGA :  Laba Bersih BTN Naik 36,75% di Kuartal I/2021, Diikuti Bisnis Syariah tetap Melaju

Dengan adanya kegiatan Asset Sales Festival ini diharapkan jumlah aset recovery bisa bertambah lagi. “Tahun ini, kami menargetkan recovery asset mencapai Rp2,1 triliun,” pungkas Haru. (smr-45)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here