Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi pameran Market Museum REVIVE di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2021). Foto: humas Kemenparekraf2

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Indonesia yang tinggal di Selandia baru berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia salah satunya dengan mempromosikan masakan khas nusantara.

semarak.co-Menparekraf Sandi Uno menjelaskan, kuliner nusantara menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Karenanya, Sandi Uno mengajak pelaku kuliner di Selandia Baru berkolaborasi untuk membuat suatu program yang dapat memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Saya berharap kita semua berkolaborasi dalam sebuah kolaborasi yang bisa achievable. Jadi, jangan sampai nanti kita bertemu seperti ini namun tidak ditindaklanjuti, nggak ada follow up,” sindir Menparekraf Sandi Uno dalam virtual meeting dengan Dubes RI untuk Selandia Baru dan pelaku kuliner Selandia Baru, Kamis (3/6/2021).

Menparekraf Sandi Uno mengusulkan agar setelah pertemuan dapat disusun suatu event seperti food festival di Selandia Baru ketika pandemi berakhir sebagai bentuk promosi memperkenalkan wisata dan kuliner Indonesia di sana.

Selain itu, Sandi Uno juga mengusulkan untuk membuat event secara hybrid dalam waktu dekat agar dapat membangkitkan semangat pelaku usaha kuliner Indonesia di Selandia Baru.

“Namun, dalam jangka waktu dekat ini sambil menunggu tahun 2022 yang mungkin event substansial kita bisa konsepkan event seperti food festival secara hybrid, virtual. Saya dengan Pak Dubes hadir mencicipi makanan di depan kita. Yang dari sana kirim ke sini, yang dari kita kirim ke sana,” ujar Sandi Uno, sapaan akrab Menparekraf.

“Kita undang 3000 orang, universitas-universitas, baik yang di sana atau di Indonesia. Jadi pentahelixnya dapat, dan bisa membangkitkan semangat,” demikian Sandi Uno seperti dirilis humas melalui WAGroup SiaranPers Kemenparekraf2, Jumat (4/6/2021).

Turut mendampingi Menparekraf Sandi Uno, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Yuana Rochma Astuti.

BACA JUGA :  Dukung Pengembangan KEK Mandeh di Sumbar, Kemenparekraf juga Dorong Minahasa Utara Lewat PMK3I

Lalu Direktur Event Nasional dan Internasional Dessy Ruhati, Direktur Pemasaran Regional I Sigit Witjaksono. Selain itu hadir juga Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya dan 14 pelaku usaha subsektor kuliner di Selandia Baru.

Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf Yuke Sri Rahayu, mengatakan akan mengkolaborasikan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dalam program MASAMO (Masak Bersama Master Secara Online), dan juga kegiatan BEDAKAN (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara).

“Kita bisa kaitkan dengan program MASAMO masak bersama master yang selama ini kita mengawal di daerah destinasi pariwisata super prioritas, kita akan go master chef Indonesia ke sana,” kata Yuke dirilis yang sama.

Ditambahkan Yuke, “lalu, juga bisa coba kegiatan BEDAKAN, dan meminta para desainer dari Asosiasi Desain Indonesia untuk membuatkan desain kemasan yang ada informasi wisata Indonesia untuk pelaku kuliner di Selandia Baru.”

Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menjelaskan, kuliner Indonesia di Selandia cukup berkembang dengan baik, yakni yang semula pada 2017 hanya ada sekitar 3 restoran Indonesia di Selandia Baru, kini pada 2021 ada sebanyak 14 restoran.

“Waktu saya awal bertugas pada April 2017, baru ada 2 atau 3 restoran Indonesia, sekarang berkembang menjadi 14 restoran. Ada yang bentuknya permanen restoran fine dining, ada yang sifatnya cafetaria, food truck, ada yang bentuknya warung,” ujar Tantowi Yahya.

Sebagian besar hasilnya baik, lanjut Tantowi, bukan hanya komunitas kita tapi juga orang masyarakat lokal, orang-orang asing pada dasarnya menggemari masakan Indonesia. Tantowi menginginkan pelaku kuliner Indonesia di Selandia Baru dapat berkolaborasi dengan Kemenparekraf sebab semua memiliki misi yang sama yaitu memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Ini harus ada kolaborasi, harus menjadi sinergi antara kemenparekraf dengan mereka karena lokasi mereka ini bagus-bagus, ada yang di tengah kota, di daerah elit, ada yang food truck yang didatangi ratusan hingga ribuan orang setiap minggunya, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bertemu Gubernur, Menparekraf Bahas Percepatan Pengembangan Sektor Parekraf dengan Pemda

Pemilik Restoran Garuda di Selandia Baru Burhan bercerita, usaha kulinernya yang menyajikan menu nasi goreng dan mi goreng dengan cita rasa Indonesia sangat diminati warga Selandia Baru. Karenanya, ia sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia.

“Memang saya sudah lama saya berpikir untuk berkolaborasi karena kita pelaku kuliner ini garda terdepan yang langsung bertemu dengan masyarakat di Selandia Baru, ini bisa menjadi media untuk lebih mengembangkan wisata kuliner Indonesia. Jadi mobile food truck saya saat ini ada tiga dan restoran satu, ini bisa menjadi sebuah media untuk memperkenalkan Indonesia secara gratis,” ujar Burhan sambil berharap.

Kemenparekraf juga, lanjut Burhan, dapat membantunya membuatkan materi promosi wisata Indonesia berupa buku flyer yang menginformasikan dengan lengkap soal destinasi wisata. “Sebab sering sekali banyak yang bertanya kepada kita ketika datang ke restoran atau food truck bagusnya pergi ke mana,” harapnya.

“Hanya saja saya sulit sekali mengarahkan karena tidak ada bahan seperti ke daerah ini enaknya ke wisata apa ya, naik apa, dan harus mencoba kuliner apa. Jika ada materi promosi akan lebih mudah, kita tinggal berikan dan mempersilakan mereka mempelajarinya,” imbuh Burhan.

Di bagian lain dirilis yang sama, Menparekraf Sandi mendorong pemanfaatan mal sebagai sarana pemasaran produk-produk ekonomi kreatif lokal. Ini disampaikan Sandi Uno saat mengunjungi pameran Market Museum REVIVE di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2021) seperti dirilis humas melalui WAGroup yang sama.

Sandi Uno mengatakan mal merupakan lokasi yang strategis bagi produk-produk ekonomi kreatif lokal untuk dipasarkan. “Ini sangat strategis, karena mal ini sekarang bukan hanya menjadi tempat menjual produk tapi juga menjadi tempat meeting dan mencurahkan ide-ide kreatif anak-anak muda,” katanya.

BACA JUGA :  Kembali ke Jogja, Menparekraf Tinjau Pengrajin Perak Salim Silver di Kota Gede

di masa pandemi COVID-19, mal juga dituntut untuk bertransformasi dengan konsep tempat yang lebih terbuka serta menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) yang ketat dan disiplin.

Selain itu, tenant-tenant yang berjualan di mal juga lebih variatif dibanding sebelum masa pandemi COVID-19. Tenant-tenant-nya, kata dia, bukan hanya yang dari merek-merek besar, tetapi juga dari merek-merek kecil.

“Ini juga mampu membantu para pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di sektor UMKM untuk memasarkan produknya dengan cakupan yang lebih luas,” kata Sandi Uno, sapaan akrabnya.

Sandi Uno juga mengapresiasi pameran Market Museum REVIVE. Menurutnya, pameran ini sejalan dengan semangat Kemenparekraf/Baparekraf yang selalu berperan aktif untuk mendukung dan memajukan ekosistem ekonomi kreatif yang telah menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Kami sangat mendukung agar semua masyarakat dan pelaku usaha untuk bangkit dengan semangat optimisme memajukan perekonomian Indonesia,” ucap Sandi Uno yang politisi Partai Gerindra.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti, menambahkan pihaknya memiliki berbagai macam program pengembangan ekosistem ekonomi kreatif lokal. Seperti Beli Kreatif Lokal dan juga Ada di Warung.

“Lewat program ‘Beli Kreatif Lokal’ kita memfasilitasi para pelaku UMKM dari sektor kuliner, kriya, fesyen untuk kita bantu dari sisi pemasaran dan scale up bisnisnya serta kita lakukan pendampingan. Kalau program ‘Ada di Warung’ itu untuk program kuliner kita titipkan di toko-toko kelontong,” ucap Yuana.

Selain Sandi Uno dan Yuana, hadir Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam, Ketua Umum BPD Hipmi Jaya, Sona Maesana, dan Mall Director Lippo Mall Kemang Dimas Aditya Kusuma. (smr)

LEAVE A REPLY