BPJS Ketenagakerjaan Paparkan Keunggulan Sistem PERISAI ke Pemerintah Jepang

BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) sejak 2016. Kerja sama tersebut antara lain, dalam upaya peningkatan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia, melalui adopsi sistem keagenan Sharoushi, yang terbukti telah berhasil diaplikasikan di Jepang.

Di penghujung 2017 ini, BPJS Ketenagakerjaan diundang ke Tokyo oleh Pemerintah Jepang yang diwakili JICA dan Federasi Sharoushi guna melakukan pertemuan bilateral untuk evaluasi kerja sama tersebut.

Kegiatan high level meeting ini dihadiri oleh Direksi BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan dari JICA, Kementrian Kesehatan dan Ketenagakerjaan Jepang, para pimpinan Federasi Sharoushi serta KBRI Jepang. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan konferensi pers dengan media massa di Jepang.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto didampingi Direktur Renstra dan TI Sumarjono memaparkan, saat ini terdapat 126 Juta angkatan kerja di Indonesia, namun yang wajib menjadi peserta sebanyak 86 Juta pekerja selain PNS, TNI dan Polri. Sedangkan yang telah terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 47 Juta tenaga kerja, dan yang masih aktif mengiur sebanyak 25,4 juta.

Untuk meraup penambahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berinisiatif menjalankan berbagai strategi, salah satunya mengembangkan sistem keagenan kepesertaan yang diadopsi dari Sharoushi dan Japan Collection System. Sistem keagenan ini di Indonesia dinamakan PERISAI yang merupakan singkatan dari Penggerak Jaminan Sosial Indonesia.

“Pilot project PERISAI telah dilaksanakan lebih dulu di 10 Provinsi di Indonesia dan hasilnya cukup baik serta disambut positif masyarakat pekerja. Selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan menyempurnakan PERISAI dengan sistem aplikasi digital berbasis internet yang dioperasikan melalui smartphone,” ujar Agus dalam rilisnya, Kamis (28/12).

Aplikasi ini, sambung Agus, mengintegrasikan sistem yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem di Bank. Dengan aplikasi digital tersebut seluruh proses ditangani secara Elektronis, Straight Trough Processing (STP), Single Sign On, dan Paperless.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[td_block_social_counter facebook="tagdiv" twitter="tagdivofficial" youtube="tagdiv" style="style8 td-social-boxed td-social-font-icons" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjM4IiwiZGlzcGxheSI6IiJ9LCJwb3J0cmFpdCI6eyJtYXJnaW4tYm90dG9tIjoiMzAiLCJkaXNwbGF5IjoiIn0sInBvcnRyYWl0X21heF93aWR0aCI6MTAxOCwicG9ydHJhaXRfbWluX3dpZHRoIjo3Njh9" custom_title="Stay Connected" block_template_id="td_block_template_8" f_header_font_family="712" f_header_font_transform="uppercase" f_header_font_weight="500" f_header_font_size="17" border_color="#dd3333"]
- Advertisement -spot_img

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: