Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat memperkuat literasi zakat umat dengan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag). Sinergi ini secara khusus akan menyasar para penyuluh agama di tingkat Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai motor penggerak edukasi.
Semarak.co – Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad mengatakan, kerja sama yang melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag ini secara khusus bertujuan untuk memanfaatkan peran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).
Yaitu sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai zakat, infak, dan sedekah sejak masa bimbingan perkawinan. Sekitar 25 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam IPARI akan dioptimalkan perannya dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan dana sosial keagamaan.
“Ke depan kita akan juga meningkatkan kerja sama ini dengan Kemenag dalam hal ini Ditjen Bimas Islam, kemudian nanti juga ada IPARI,” kata Idy Muzayyad saat jadi narasumber talkshow Nikah Fest dengan tema One Stop Nikah Solution Solehah di Gedung SMESCO Exshebition Jalan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu sore (27/6/2026).
Langkah strategis ini, kata Idy Muzayyad, diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi zakat secara masif sekaligus memperkuat program pemberdayaan ekonomi bagi pasangan pengantin baru yang masuk dalam kategori penerima manfaat atau mustahik.
“IPARI ini termasuk nanti setelah ada kerja sama yang lebih intens, itu juga menjadi juru literasi zakat, infak, dan sedekah karena mereka rata-rata berkantor di tingkat yang paling bawah, di KUA-KUA,” terang Idy Muzayyad dalam sesi wawancara cegat usai jadi pembicara.
Dalam paparannya, Idy Muzayyad memberi semacam tips kepada pasangan calon pengantin yang sudah terdaftar di KUA untuk melaksanakan ijab dan khobul agar segera menunaikan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS). Dengan menunaikan ZIS, maka pasangan pengantin tidak akan galau menghadapi hari pernikahan, dan tampil percaya diri di pelaminan.
Diketahui ajang Nikah Fest 2026 yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag bersama Baznas, WT Modelling dan kolaborator lain berlangsung 2 hari ini dengan agenda menarik, Sabtu (27/6/2026): Fishion show busana pengantin, talk show bimbingan pernikahan to solehah. Hari ke-2, Minggu (28/6/2026) nikah massal dan golek garwo/ taaruf.
Kembali Idy Muzayyad menjelaskan, dengan menunaikan ZIS sebelum pernikahan, maka pasangan pengantin akan mendapat keberkahan yang besar, memperoleh petunjuk dari Alloh SWT dalam menjalani kehidupan berkeluarga yang sakinah, maawahdah warohmah.
“Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Ia ditempatkan di tengah rukun yang lain. Tentu ada maksudnya, karena ZIS akan menjaga keseimbangan bagi calon pengantin dalam menjalani kehidupan keluarga yang sakinah, wamadah warohmah, dan mrlaksanakan rukun Islam,” ujar Idy Muzayyad.
Zakat, kata Idy adalah ibadah utama, wujud kecintaan umat kepada lAlloh SWT. Bagi pasangan pengantin yang sudah memiliki harta sesuai nisabnya, maka wajib membayar Zakat. Sedangkan infaq dan sedekah syaratnya yang penting mau.
“Bagi orang yang menunaikan zakat, infaq dan sedekah dijanjikan oleh Alloh SWT memperoleh pahala 700 kebaikan. Menunaikan zakat akan menjadikan hati para calon pengantin tenang,” ucap Idy. Ia mengajak para pasangan pengantin yang sudah terdaftar di KUA terdekat untuk menunaikan ZIS.
Direktur Bina KUA & Keluarga Sakinah A. Zayadi menyarankan kepada para calon pengantin atau pasangan keluarga baru agar tidak hanya menunaikan Zakat, Infaq dan Sedekah, namun juga menunaikan wakaf.
“Menyempurnakan ibadah ZIS, kita sarankan agar pasangan pengantin segera melaksanakan ibadah wakaf. Saat ini, wakaf bisa dilakukan dengan wakaf pohon, wakaf uang, wakaf al quran, dan lain-lain. Wakaf uang bisa dengan Rp 10.000, Rp 20.000 dan seterusnya,” ucap A Zayadi di acara yang sama.
Fenomena menurunnya angka pernikahan, meningkatnya usia menikah, hingga maraknya pergaulan digital tanpa arah menjadi tantangan baru yang dihadapi Indonesia. Di tengah kondisi tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) RI menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui forum ta’aruf resmi.
Yaitu sebuah ikhtiar yang bukan sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan, tetapi juga membangun fondasi ketahanan keluarga sejak proses pencarian pasangan. Kegiatan yang menjadi bagian dari Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo ini diselenggarakan Dirjen Bimas Islam Kemenag.
Ini sebagai ruang pertemuan yang aman, edukatif, dan bermartabat bagi generasi muda yang sedang berikhtiar mencari pasangan hidup. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk peserta yang mendaftar langsung di lokasi. Di balik tingginya antusiasme peserta, tersimpan pesan yang jauh lebih besar dibanding sekadar kegiatan mencari pasangan.
Forum seperti Golek Garwo merupakan upaya negara membangun ekosistem pernikahan yang sehat di tengah berbagai tantangan social. Mulai dari menurunnya minat menikah, meningkatnya hubungan tanpa komitmen, hingga lemahnya kesiapan membangun keluarga.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan. “Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup,” imbuh Abu.
Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunah nabi, lanjut Abu, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala. Jadi Golek Garwo melengkapi rangkaian Nikah Fest 2026 yang sebelumnya diisi dengan nikah massal, edukasi keluarga, literasi keuangan, zakat, wakaf, hingga pameran layanan pernikahan.
Peserta tidak hanya dipertemukan untuk saling mengenal, masih kata Abu, tapi juga dibimbing memahami bahwa pernikahan merupakan amanah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Seluruh rangkaian kegiatan disusun melalui sesi perkenalan, pendalaman komunikasi.
Hingga muhasabah agar peserta dapat mengenal calon pasangan secara lebih bertanggung jawab. Abu juga mengingatkan ta’aruf merupakan bagian dari ajaran Islam yang mengedepankan adab dan kemuliaan.
Mengutip Alquran, ia menjelaskan manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. “Ta’aruf bukan sekadar saling berkenalan, tetapi jalan untuk saling memahami dengan cara yang makruf dan menjaga kehormatan masing-masing. Kami berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah,” ujarnya.
Sehingga semakin banyak generasi muda menempuh jalan pernikahan secara sah, tercatat, dan bertanggung jawab. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang terus mendorong penguatan layanan keagamaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Layanan Publik
Kembali Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag Ahmad Zayadi, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti generasi muda membutuhkan ruang ta’aruf yang terpercaya dan didampingi. Hingga sebelum kegiatan dimulai, sebanyak 354 peserta telah mendaftar dan jumlahnya terus bertambah melalui pendaftaran langsung di lokasi.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menjadi penanda bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang mempertemukan para pihak secara baik. Tugas kita bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga memfasilitasi agar ikhtiar menuju pernikahan berlangsung secara terarah,” kata Zayadi.
Menurut Zayadi, Golek Garwo dirancang melalui proses yang sistematis mulai dari perkenalan, sesi pendalaman, hingga muhasabah. Seluruh tahapan tersebut bertujuan agar peserta dapat saling mengenal tanpa mengabaikan nilai kesopanan, tanggung jawab, dan kesiapan membangun rumah tangga.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Menurutnya, keberanian untuk hadir perlu diiringi tekad, doa, dan kesiapan memperbaiki diri agar dipertemukan dengan pasangan terbaik sesuai ketentuan Allah Swt.
Lebih dari sekadar ajang pencarian jodoh, Golek Garwo memperlihatkan bagaimana pembangunan keluarga dapat dimulai sejak proses memilih pasangan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi ketahanan social.
Sekaligus menjadikan pernikahan sebagai jalan ibadah yang dipersiapkan secara matang. Zayadi menilai forum seperti Golek Garwo merupakan salah satu bentuk layanan publik yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Selain membuka kesempatan bertemu calon pasangan, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun keluarga yang kuat sebagai fondasi ketahanan masyarakat. Ia berharap para peserta tidak berhenti pada proses perkenalan, tetapi melanjutkan komunikasi secara baik apabila telah menemukan kecocokan.
“Kalau sudah menemukan pasangan yang sesuai, jangan menunda tanpa alasan yang jelas. Semoga Allah mempertemukan seluruh peserta dengan jodoh terbaik dan mengantarkan mereka menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” pungkas Zayadi. (net/ilc/sua/smr)





