Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu pemulasaran jenazah di sejumlah wilayah Jabodetabek menyusul terjadinya peningkatan kematian kasus Covid-19. Foto: humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berperan aktif dalam upaya penanggulangan Covid-19. Melalui berbagai program yang diusung, BAZNAS terus melakukan berbagai aksi, kegiatan, dan upaya preventif guna menanggulangi pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak Maret 2020.

semarak.co-Ketua BAZNAS Prof KH Noor Achmad mengatakan, terlebih saat ini kondisi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. BAZNAS bergerak cepat merespons meningkatnya kasus positif Covid-19 dengan membuat delapan program darurat.

“Dimana program ini turut didukung sebelas lembaga program BAZNAS beserta relawan yang selalu siap terjun langsung membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Prof KH Noor di Jakarta, Jumat (2/7/2021) seperti dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC).

Adapun delapan program darurat itu, rinci Prof Noor, Bantuan Paket Penggali Kubur yang berjumlah 560 paket, Bantuan 30 Paket Pemulasaraan Jenazah untuk penyintas Covid-19, Dukungan 500 Paket Ruang Isolasi di Rusunawa Nagrak Cilincing, Oksigen Bagi Faskes di Jabodetabek yang mencapai 200 unit.

Berikutnya Bantuan 100 APD Penggali Kubur untuk pemakaman pasien Covid-19, Bantuan Pemulasaraan Jenazah Isolasi Mandiri, Bantuan 1000 Paket Imun untuk nakes, mustahik penyintas Covid-19, sopir ambulans, dan Bantuan 20 Tenda Darurat untuk faskes se-Jabodetabek dalam upayanya membantu pasien.

Berbagai program ini, menurut KH Noor, sebagai bentuk implementasi dukungan dana zakat, infak, dan sedekah dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanggulangan Covid-19.

“Program ini merupakan bentuk support dari BAZNAS kepada mereka yang berjuang di garda terdepan dalam melawan pandemic Covid-19. Seperti kita ketahui bersama, para tenaga medis, tukang gali kubur, petugas pemulasaraan jenazah, sopir ambulans, tak henti-hentinya bekerja siang malam dalam menangani pandemi ini,” terang dia.

Selain tentunya, lanjut dia, para pasien Covid-19 dan keluarga terdampak yang terus menjadi perhatian BAZNAS. Tim BAZNAS juga beberapa kali terjun langsung dalam membantu menangani pasien Covid-19.

Salah satunya dalam pemulasaraan jenazah pasien, tim BAZNAS beserta seluruh relawan bekerja tak mengenal waktu dan tempat, karena selalu ada permintaan pemulasaraan, baik dari pihak RSDC Wisma Atlet Kemayoran maupun dari warga yang memerlukan bantuan.

“Contohnya pada 27 Juni lalu, pada siang harinya BAZNAS melakukan pemulasaraan jenazah di Ciputat, Tangerang Selatan. Kemudian setelah baru saja selesai, tim BAZNAS langsung meluncur ke Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk membantu pemulasaraan jenazah lainnya. Proses pemulasaraan berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” katanya.

BAZNAS, kata Noor, terus melakukan komunikasi intensif dengan beberapa pihak termasuk RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam membantu menangani pasien Covid-19. Karena menurut Noor, dalam mengatasi pandemi dibutuhkan kerja sama dan gotong royong berbagai pihak termasuk lapisan masyarakat.

“Sesuai dengan salah satu tujuan BAZNAS agar terwujudnya hubungan saling tolong menolong dalam kebaikan di tengah masyarakat, maka BAZNAS terus memberikan yang terbaik dan upaya maksimal agar kita semua bisa secepatnya keluar dari krisis akibat pandemi,” kata Noor.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS yang membawahi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menambahkan, selain bantuan paket darurat, BAZNAS juga memiliki program dalam membantu sisi perekonomian masyarakat yang telah berjalan dan akan terus dilanjutkan.

“Karena pandemi ini tak hanya berimbas kepada aspek kesehatan saja, namun ekonomi keluarga juga terkena dampaknya, terlebih keluarga pekerja rentan. Sejak awal pandemi tahun lalu, BAZNAS telah menjalankan program-program ekonomi,” imbuhnya.

Di antaranya Cash for Work, Paket Logistik Keluarga, Dukungan UMKM, Pemberdayaan Warteg, Zmart, ZChicken, ZCD, Paket Ramadhan Bahagia, dan lainnya yang telah berjalan. Berbagai program itu akan terus dilanjutkan.

“Yang terbaru, BAZNAS juga merencanakan Family Healing Kit untuk membantu masyarakat yang tengah dalam isolasi mandiri di rumah. Upaya ini merupakan langkah strategis BAZNAS untuk membantu masyarakat keluar dari krisis akibat pandemi,” kata Saidah.

Dalam memaksimalkan program ini, kata Saidah, BAZNAS RI turut mengerahkan 1.465 personel response team, 12 personel pemulasaraan, 200 nakes di 7 RSB, dan 279 unit ambulans yang siap siaga kapan pun dibutuhkan.

Selain itu dalam upayanya melawan pandemi, BAZNAS telah rutin melakukan beberapa langkah preventif di berbagai daerah, di antaranya pemeriksaan kesehatan, pembagian masker dan hand sanitizer, melayani swab antigen, menyediakan wastafel sehat, menyalurkan APD untuk petugas medis, dan lain-lain.

Sejalan dengan tujuan bersama untuk melawan Covid-19, kata dia, maka BAZNAS mengimbau kepada masyarakat di mana pun berada untuk terus menerapkan protokol kesehatan ketat, menjaga jarak dan memakai masker.

Karena kondisi saat ini sudah mengkhawatirkan. “Mari terus jaga kesehatan. Jika ada kesempatan vaksin, harus digunakan sebaik-baiknya untuk membentuk ‘herd immunity’ agar kita bisa hidup nyaman lagi seperti dulu,” pungkas Saidah.

Di bagian lain BAZNAS melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu pemulasaran jenazah di sejumlah wilayah Jabodetabek menyusul terjadinya peningkatan kematian kasus Covid-19.

“Karena hampir semua fasilitas rujukan pasien covid-19 penuh, ini membuat banyak pasien covid-19 memilih untuk isolasi secara mandiri di rumah masing-masing,” ujar Saidah Sakwan dirilis yang sama BMC, pada Kamis (01/7/2021).

Tim BAZNAS Tanggap Bencana, klaim dia, mendapat beberapa panggilan untuk melakukan pemulasaran di wilayah Jabodetabek. Sejak 27 Juni 2021, tim BAZNAS Tanggap Bencana membantu pemulasaran jenazah covid-19 di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.

Saat itu, mereka meninggal di kediamannya ketika melakukan isolasi mandiri. Selang beberapa hari, Rabu (30/6/2021) Tim BAZNAS Tanggap Bencana kembali mendapatkan panggilan telepon dari warga Pondok Kopi, Jakarta Timur yang menginformasikan ada warganya sedang melakukan isolasi mandiri kemudian meninggal.

“Selang beberapa jam, tim kembali mendapatkan panggilan dari RSDC Wisma Atlet, yaitu Kapten Mustain, koordinator tim pemulasaran jenazah di wisma atlet meminta bantuan untuk membantu tim pemulasaran jenazah disana karena pada Rabu juga (30/6/2021) ada 17 pasien meninggal dunia,” terang Saidah.

Sampai Kamis (1/7/2021), tim yang dikomandoi Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana Pusat Taufiq Hidayat dan beberapa relawan BAZNAS Tanggap Bencana telah melakukan pemulasaran sebanyak 20 jenazah di RSDC Wisma Atlet dan Jabodetabek.

“Para relawan kesulitan untuk melakukan pemulasaran karena SDM yang terbatas, sementara jumlah kematian Covid-19 kian meningkat. Untuk melakukan pemulasaran 1 jenazah Covid-19 saja dibutuhkan waktu 30 menit sampai dengan 1 jam sampai mengantarkannya ke pemakaman,” ujar Saidah.

Kondisi ini, kata dia, makin menyedihkan melihat fenomena kematian pasien covid-19, bahkan pasien meninggal yang isolasi mandiri pun kian meningkat. “Sayangnya, ketika isolasi mandiri keluarga pasien kesulitan mendapatkan bantuan untuk pemulasaran jenazah Covid-19 yang sesuai dengan protokol Kesehatan,” ucapnya.

Hal ini mengakibatkan beberapa jenazah Covid-19 terbengkalai lebih dari 4 jam sampai akhirnya ditangani tim. “Kami berharap, tim BAZNAS Tanggap Bencana dapat membantu pemerintah dan juga masyarakat dalam memfasilitasi penanganan pemulasaran jenazah covid-19 di wilayah Jabodetabek yang kian meningkat,” katanya. (smr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here