Houthi Diduga Modifikasi Rudal Iran untuk Perang Yaman, Ancaman Baru Muncul di Laut Merah

Houthi disebut mengembangkan kemampuan rudal baru dalam perang Yaman dengan memodifikasi senjata pertahanan udara buatan Iran menjadi rudal jelajah yang dapat beroperasi lebih lama di udara selama konflik yang berlangsung saat ini.

Semarak.co – Pemerintah Yaman menuduh modifikasi tersebut dilakukan dengan bantuan personel Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, sementara rincian kemampuan senjata itu masih menjadi perhatian serius internasional dan regional di kawasan.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan Cnnindonesia.com dan Al Jazeera (1/10/2026), rudal hasil modifikasi menggunakan sistem pelacakan sehingga dapat mengejar sumber panas tertentu selama penerbangan dan berpotensi mengancam pesawat sipil di kawasan Laut Merah dan sekitarnya.

Pejabat militer Yaman menyebut senjata tersebut mampu bertahan di udara sekitar 25 menit, serta diluncurkan dari wilayah pesisir yang dikuasai Houthi menuju kawasan strategis Laut Merah dan wilayah regional tertentu.

Ancaman tersebut mendapat perhatian karena jalur udara di atas Laut Merah digunakan penerbangan menuju Yaman, termasuk pesawat kemanusiaan dan bantuan internasional yang beroperasi secara rutin setiap hari hingga saat ini.

Al Jazeera melaporkan para ahli menilai kemampuan persenjataan Houthi terus berkembang, termasuk melalui perakitan lokal komponen asal Iran, bukan semata menerima rudal utuh dari luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, laporan mengenai modifikasi belum sepenuhnya terverifikasi secara independen. Informasi terutama berasal dari pemerintah Yaman dan sumber yang mengamati perkembangan persenjataan Houthi secara langsung berdasarkan laporan terbaru.

Perkembangan ini menambah dimensi baru konflik Yaman karena kemampuan rudal jelajah berpotensi memengaruhi keamanan penerbangan, pelayaran komersial serta dinamika militer di kawasan Laut Merah secara luas dalam beberapa pekan terakhir. (net/cnnic/alz/kim/smr)

Pos terkait