Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Persatuan Bangsa-Bangsa Jenewa (ACANU) di tengah wabah Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, di markas besar WHO di Jenewa Swiss 3 Juli, 2020. Foto: tempo.co

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) kembali meminta negara-negara kaya untuk menahan vaksinasi COVID-19 (booster shot) penyuntikan dosis ketiga hingga 2022.

semarak.co-Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, WHO meminta penyuntikan booster shot ditahan hingga 2022 sehingga suplai vaksin COVID-19 yang tersedia bisa disalurkan untuk negara-negara yang membutuhkan.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, seperti disebutkan di awal, ini bukan pertama kalinya WHO meminta moratorium penyuntikan booster shot. Sebelumnya, mereka sudah mengajukan hal tersebut dan meminta moratorium ditahan hingga September 2021 ini. Sayangnya, tidak ada yang mengikuti arahan WHO.

“Saya tidak mau tinggal diam dan membiarkan perusahaan farmasi dan negara-negara yang mengontrol rantai pasokan vaksin COVID-19 membuat negara-negara miskin hanya menerima sisa-sia suplai. Mereka itu bukan prioritas kedua ataupun ketiga,” ujar Tedros, Rabu (8/9/2021) seperti dilansir tempo.co, Kamis, 9 September 2021 20:50 WIB.

Negara-negara kaya seperti Israel, Inggris, Denmark, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat (AS) memilih untuk tetap melanjutkan program booster shot mereka. Mereka ingin menyuntikkan dosis ketiga untuk warga dari kelompok rentan seperti lansia atau mereka yang memiliki penyakit parah.