Dr. Agung Sudjatmoko. Foto: dokpri

Organisasi pengawas perkoperasian di Indonesia, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pimpinan ketua umum Nurdin Halid mendukung langkah Masyarakat Koperasi Indonesia (MAKI) yang meminta Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki tidak memecah belah Dekopin dan mempolitisasinya untuk kepentingan partai tertentu.

semarak.co– Seperti diketahui Masyarakat Koperasi Indonesia (MAKI) menggelar aksi demonstrasi menuntut Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM di depan gedung Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM tidak memecah belah organisasi Dekopin dan memecat Sekretaris Kementerian (Sesmenkop) dan UKM Rully Indrawan yang diduga sebagai dalang pemecah belah organisasi Dekopin  aksi demontrasi yang dilakukan Maki di depan gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (1/9/2020).

Presidium MAKI Usman meminta Menkop dan UKM menghentikan mempolitisir dan memberi ruang organisasi Dekopin ilegal yang dipimpin Sri Untari. Dekopin resmi memiliki peran penting sebagai wahana untuk menyuarakan aspirasi aspirasi gerakan koperasi sekaligus menjadi juru bicara gerakan koperasi di tanah air.

“Kami juga memdesak Teten Masduki mundur jika terbukti dan terlibat mendukung organisasi Dekopin ilegal. Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional,” ujar Usman di sela memimpin aksi kelompoknya.

Karena itu, lanjut Usman, gerakan koperasi menyadari bahwa tuntutan-tuntutan dan tantangan yang dihadapi akan makin besar dan rumit seiring dengan dengan perubahan zaman yang hanya bisa dihadapi jika gerakan koperasi tetap bersatu dan kuat, efisien, produktif, dan benar-benar berakar dalam masyarakat.

“Hanya dengan cara seperti itu gerakan koperasi dalam wadah Dekopin akan mencapai tujuannya untuk mengembangkan kemampuan koperasi sebagai pelaku ekonomi yang kuat dan mandiri,” ungkapnya.

Wakil ketua umum (Waketum) bidang Organisasi dan PSDM Dekopin pimpinan Nurdin Halid Agung Sudjatmoko  setuju atas subtansi MAKI mendukung Dekopin. Karena itu fakta yang ada bahwa ada kelompok yang mengaku-ngaku Dekopin tanpa melalui proses musyawarah nasional (Munas) Dekopin dan seakan ada pihak yang mendukung karena kepantingan tertentu.

“Dan ditangkap oleh kelompok MAKI disuarakan sebagai seorang demokrat. Saya setuju,” Sudjatmiko melalui pesan whatsapp (WA) saat dimintai tanggapan di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Tuntutan MAKI itu, nilai Agung, dapat dijadikan bahan instropeksi pejabat di Kementerian Koperasi dan UKM untuk menjadi negarawan yang hadir memberikan keteduhan solutif atas persoalan yang ada, bukan malah sebagai bagian dari masalah.

“Saya sebagai orang Dekopin juga harus melihat diri bahwa ada yang setuju dan ada yang tidak, terus ada lembaga yang dukung Dekopin. Bagi saya ini dinamika yang terjadi. Ini juga harus menjadi bahan refleksi kita semua untuk menyelesaikan masalah konflik Dekopin secara objektif dan arif,” ungkap Agung yang juga Dosen Binus.

Meletakkan kepentingan gerakan koperasi atau pemberdayaan masyarakat, kata Agung, menjadi penting. “Ini yang harus dikedepankan oleh semua pihak termasuk pemerintah yang mempunyai otoritas dalam pembangunan koperasi,” pungkas Agung yang mengaku tidak kenal Usman apalagi organisasi MAKI. (smr)

LEAVE A REPLY