Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakat memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan melalui integrasi program pengelolaan zakat yang menyasar ribuan desa di seluruh Indonesia.
Semarak.co – Kesepakatan ini diambil dalam agenda audiensi BAZNAS RI ke Kemendes PDT di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin sore (6/4/2026). Berbagai program kolaborasi akan dilaksanakan, seperti pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa.
Langkah ini dinilai sebagai strategi paling krusial untuk mengoptimalkan potensi zakat langsung dari lingkungan terkecil. Selain itu, terdapat kolaborasi yang menyentuh sektor produktif, seperti pengembangan peternakan desa melalui Program Balai Ternak BAZNAS hingga penguatan ekonomi warga melalui sinergi bersama koperasi-koperasi di tingkat desa.
Ketua BAZNAS RI H. Sodik Mudjahid menyebut, Desa Zakat di Kabupaten Ciamis akan menjadi percontohan pertama untuk kolaborasi ini dan akan segera diadaptasi di wilayah lain, termasuk Kabupaten Serang dalam waktu dekat.
“Untuk percontohan, kita sudah memiliki role model desa zakat di Ciamis yang masyarakatnya memiliki kesadaran zakat tinggi, dan wilayah itu akan menjadi salah satu referensi utama kita,” ujar Sodik dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu (8/4/2026).
Selain Ciamis, lanjut Sodik, dalam waktu dekat kami memproyeksikan Kabupaten Serang sebagai area pengembangan berikutnya untuk memperkuat kolaborasi strategis antara BAZNAS dan Kemendes.
BAZNAS akan menyinergikan program-program pemberdayaan tersebut dengan basis data dan jaringan luas yang dimiliki kementerian hingga ke tingkat terkecil. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kemandirian ekonomi desa yang kuat melalui pembentukan UPZ Desa sebagai motor penggeraknya.
“Salah satu yang paling strategis dari BAZNAS adalah pembentukan UPZ Desa. Nah, itu yang jadi concern atau strateginya BAZNAS bersama Menteri Desa hari ini untuk mengolaborasikan program-program seperti balai ternak dan koperasi desa agar bisa diberdayakan di desa-desa,” katanya.
Menteri Desa (Mendes) PDT H. Yandri Susanto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kolaborasi bersama BAZNAS RI yang dinilai sangat sejalan dengan visi kementerian dalam membangun desa.
Ia memandang integrasi program pemberdayaan seperti UPZ Desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan dana filantropi yang tepat sasaran. Kemendes memang ingin sekali mengintegrasikan dan berkolaborasi melalui program-program yang ada bersama BAZNAS.
Ternyata saat dibahas, banyak sekali potensi kerja sama yang bisa kita lakukan, dan salah satu yang paling strategis adalah pembentukan UPZ Desa yang menjadi fokus utama kami bersama Ketua BAZNAS hari ini,” tuturnya.
Mendes PDT Yandri menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh untuk program kolaborasi bersama BAZNAS RI, termasuk terkait sosialisasi program agar informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Nantinya, kolaborasi BAZNAS dan Kemendes juga akan dimasifkan melalui media sosial dengan melibatkan influencer-influencer agar dampaknya terasa nyata bagi masyarakat luas,” ujar Mendes PDT Yandri lagi.
Audiensi strategis ini dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Rizaludin Kurniawan. Dari pihak Kemendes PDT hadir Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, serta Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal Mulyadin Malik. (hms/smr)




