Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, keselamatan jiwa menjadi prioritas tertinggi dalam persiapan Hari Raya Idulfitri 2026. Diprediksi akan ada 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode libur tersebut.
Semarak.co – Menko PMK Pratikno saat Rakor Persiapan Hari Raya Idulfitri pada Senin (2/3/2026), mengatakan pemerintah telah berupaya mendistribusikan mobilitas agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu melalui pengaturan kebijakan yang terukur.
“Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur yang lebih lebar, mengatur libur sekolah, serta menerapkan fleksibel working arrangement bagi para ASN, yang diharapkan dapat mengurangi beban pergerakan,” ujar Pratikno, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media PMK, Senin (2/3/2026).
Selain pengaturan mobilitas, Menko PMK menuturkan tahun ini tetap harus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Kondisi bencana di Sumatra masih belum pulih total. Beberapa kali muncul hujan kembali dan banjir kembali melanda wilayah-wilayah terdampak.
Di luar wilayah itu, tingkat kewaspadaan tetap tinggi, termasuk Jabar, Jateng, DIY, Bali, hingga Papua yang berpotensi curah hujan tinggi. “Kita harus berusaha keras menjaga keamanan, keselamatan jiwa adalah prioritas yang paling tinggi. Kita harus bersama mitigasi bencana yang terintegrasi,” tegasnya.
Pratikno juga menekankan pentingnya keselamatan perjalanan, terutama bagi pengendara motor, serta pengamanan jalur-jalur vital yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik. “Fokus keselamatan, terutama sekali para pengendara motor. Pengamanan jalur vital juga harus menjadi perhatian bersama untuk pelayanan yang aman,” ujarnya.
Pelayanan selama periode mudik dan libur Idulfitri harus mengedepankan pendekatan humanis dan inklusif. “Selain aman, tentu saja juga nyaman. Kami harapkan pendekatan humanis dan inklusif, terutama sekali memberikan perhatian yang utama kepada kelompok-kelompok rentan, anak-anak, ibu hamil, lansia,” imbuhnya.
Menko PMK menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan layanan Idulfitri sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, penguatan deteksi dini, serta pengambilan keputusan berbasis data riil dan pengecekan lapangan secara berkelanjutan.
“Ini adalah komitmen kita bersama untuk menjamin layanan yang aman, nyaman, dan lancar. Dan kehadiran negara harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui layanan yang humanis dan responsif,” pungkasnya. (hms/smr)





