Dalam rangka Hari Kartini, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama PT KAI menghadirkan kolaborasi dengan seniman muda Erika Richardo melalui karya seni lukis yang diaplikasikan langsung pada rangkaian kereta relasi Jakarta–Surabaya.
Semarak.co – Erika Richardo menghadirkan interpretasi artistik melalui gaya visual khasnya, KAI menyediakan medium dengan jangkauan luas melalui layanan transportasi nasional, sementara Kementerian Ekraf mendorong perluasan akses bagi karya kreatif dan Intellectual Property (IP) lokal untuk hadir di ruang publik.
“Pemerintah berkomitmen membuka jalan bagi talenta kreatif Indonesia. Kolaborasi ini menjadi contoh aset negara seperti KAI dapat menjadi katalis pertumbuhan bagi IP lokal agar semakin dikenal dan hadir secara inklusif di ruang publik,” ujar Wamenekraf Irene Umar, dirilis humas melalui WAGroup Kemenekraf Siaran Pers, Selasa (21/4/2026).
Partisipasi langsung Wamenekraf dalam proses kreatif menjadi simbol dukungan nyata terhadap kolaborasi lintas sektor ini. Momentum Hari Kartini turut memperkuat pesan tentang keberanian berkarya serta pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi kreativitas perempuan dan talenta muda Indonesia.
Erika Richardo menyampaikan bahwa proyek ini menjadi langkah untuk membawa karya dari ruang digital ke pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Aku ingin karya ini bisa hadir di perjalanan banyak orang. Harapannya, orang yang melihat bisa merasa lebih dekat dengan kreativitas Indonesia dan ikut merasakan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Erika.
Sebagai perusahaan transportasi publik, KAI menghadirkan kereta api sebagai medium baru untuk memperluas pengalaman pelanggan. Perjalanan kini tidak hanya menjadi aktivitas mobilitas, tetapi juga ruang interaksi dengan karya kreatif yang terus berkembang di Indonesia.
Direktur SDM dan Kelembagaan KAI, Atih Nurhayati, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah transformasi perusahaan. “Momentum Hari Kartini menjadi ruang untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih terbuka dan inklusif,” ujarnya.
Selain karya utama, sejumlah karakter IP lokal yang dikelola oleh perusahaan Tale X, seperti Starla (Sekuya), Miyu (Halomiyu), Ripple, dan Dripsy turut hadir menghiasi badan kereta. Kehadiran elemen visual ini memberikan dimensi baru dalam perjalanan serta memperkuat kedekatan antara karya kreatif dan publik.
Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara kreator, pemerintah, dan industri dapat menghadirkan nilai yang lebih luas. Karya kreatif memperoleh ruang baru, masyarakat mendapatkan pengalaman yang berbeda, dan perjalanan kereta menjadi bagian dari interaksi tersebut. (hms/smr)




