Takahiro Sumi, General Manager Divisi Motorsport Yamaha, berpendapat bahwa pada tahun pertama proyek V4 untuk MotoGP, mampu meningkatkan pengetahuan dan terus berkembang lebih penting daripada hasil yang dicapai.
Semarak.co – Ketika memulai proyek baru, kata kunci yang harus selalu diingat, kesabaran. Dari sudut pandang tertentu, bagaimanapun, Yamaha memutuskan untuk meluncurkan proyek V4 karena mereka sedikit kehilangan arah, akibat harus menerima hasil yang jauh di bawah ekspektasi.
Era regulasi baru MotoGP 2027, Yamaha menawarkan peluang bagus untuk memulai dari awal dan mencoba sesuatu yang berbeda. Tetapi di Iwata, mereka tidak bisa menunggu satu tahun lagi untuk mencoba perubahan.
Itulah sebabnya mesin dengan teknologi baru V4 hasil produksi Yamaha, dipancang untuk menggantikan mesin empat silinder segaris yang bersejarah M1 milik pembalap andal Fabio Quartararo dan pembalap Alex Rins.
Perubahan bersejarah bagi merek Jepang ini, tidak terhindarkan mengingat posisi terakhir yang diraih dalam klasemen konstruktor tahun lalu, seperti yang ditekankan oleh manajer umum divisi motorsport, Takahiro Sumi, dalam presentasi di Jakarta.
“Tahun 2026 menandai dimulainya era V4 bagi Yamaha dan ini babak menarik, tetapi membutuhkan disiplin, data dan dedikasi dari semua pihak yang terlibat: pabrik kami di Jepang, Yamaha Motor Racing di Italia, tim resmi dan tim penguji kami,” jelas Sumi, dilansir Motorsport.com (22/1/26).
“Pengembangan paralel tiga platform tahun lalu telah memberikan dasar bagi tahun ini, sehingga kini, kami dapat fokus pada pengembangan M1 2026 yang ditenagai mesin V4 baru, sambil terus bekerja pada prototipe 2027.”
M1 V4 telah mengikuti tiga wild card musim lalu dengan pembalap penguji Augusto Fernandez, tetapi juga telah dicoba pembalap utama dalam beberapa kesempatan. Menurut Sumi, kemajuan telah terlihat, meskipun jelas kami masih dalam tahap yang sangat awal dari proses ini.
Mereka harus bekerja terutama dalam hal kecepatan balapan, mengingat pendahulunya tampil cukup baik dalam kualifikasi, dengan lima pole position dan 11 baris depan, tetapi hanya menghasilkan tiga podium antara balapan panjang dan Sprint.
Karena itu, bahwa dalam hal penerapan teknologi mesin terbaru Yamaha, Takahiro Sumi tidak terlalu menetapkan target dalam hal hasil apapun melainkan terfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dari proyek ini di sepanjang musim.
“Kami sudah melihat tanda-tanda yang menggembirakan, seperti stabilitas lebih baik saat pengereman, potensi akselerasi yang lebih baik dan konsistensi lebih baik dalam balapan jarak jauh,” ucap General Manager Motosport di Yamaha itu.
“Kesuksesan di awal musim tidak hanya akan diukur berdasarkan hasil, tetapi setiap putaran akan menambah pengetahuan yang akan mendorong kami bisa maju,” cetus GM Motosport Yamaha, Takahiro Sumi, di Jakarta, kemarin.
“Tujuan kami untuk 2026 berfokus pada akselerasi kecepatan pengembangan dan memastikan integrasi yang sempurna antara desain, pengujian, dan balapan. Kami berkomitmen untuk mendapatkan momentum yang konsisten: hasil akan mengikuti,” lanjutnya. (net/msc/kim/smr)





