Beranda Seni Musik Sampa the Great Hadirkan Album Nu Zamrock, Perpaduan Hip-Hop, Soul dan Warisan...

Sampa the Great Hadirkan Album Nu Zamrock, Perpaduan Hip-Hop, Soul dan Warisan Rock Zambia

0
25

Rapper dan penyanyi Sampa the Great bersiap merilis album studio ketiganya bertitel “Nu Zamrock”, pada 30 Oktober 2026 melalui Loma Vista Recordings, menghadirkan perpaduan musik modern dan tradisi Zambia.

Semarak.co – Album itu menandai babak baru perjalanan musikal Sampa, yang menggali akar keluarganya sekaligus memerkenalkan kembali Zamrock, gerakan musik Zambia era 1970-an, kepada pendengar internasional melalui pendekatan kreatif kontemporer.

Menurut laporan media musik The Note pada 8 Oktober 2026, “Nu Zamrock” diproduseri eksekutif oleh Cadenza, produser pemenang Grammy, yang membantu membentuk karakter musik album dengan perpaduan pengaruh rock, hip-hop, soul serta ritme Afrika.

Menggali Warisan Keluarga

Inspirasi utama album muncul ketika Sampa kembali menjalin hubungan dengan keluarganya di Zambia. Dalam proses tersebut, ia mengetahui bahwa pamannya, George Kunda, yang dikenal sebagai Groovy Joe, merupakan salah satu pendiri band legendaris WITCH.

WITCH dikenal salah satu pelopor Zamrock, gerakan musik yang berkembang pada dekade 1970-an dengan menggabungkan rock psikedelik, funk, blues dan unsur ritme Afrika. Penemuan itu membuat Sampa memandang warisan keluarga sebagai bagian penting identitas artistiknya.

Melalui album ini, dilansir The Note dan Apple Music (18/10/2026), Sampa tidak sekadar menghidupkan kembali suara musik masa lalu. Ia mengolah pengaruh Zamrock dengan hip-hop, puisi dan soul, menghasilkan pendekatan musikal yang menghubungkan sejarah budaya Zambia dengan perkembangan musik masa kini.

Singel “Location” Soroti Ketimpangan Industri Musik

Salah satu lagu pengantar album adalah “Location”, yang dirilis pada Oktober 2026. Lagu itu memperlihatkan permainan lirik Sampa yang tajam, dipadukan dengan produksi bernuansa Zamrock dan pesan mengenai posisi musik Afrika dalam industri global.

Sampa menjelaskan, musik Afrika memiliki pengaruh luas di berbagai belahan dunia, tetapi infrastruktur industri belum selalu mendukung para penciptanya secara seimbang. Melalui “Location”, ia menyoroti tantangan musisi yang berkarya di luar pusat industri musik Barat.

Sebelum lagu dirilis, Sampa telah memperkenalkan “Simon Says”, singel yang mengkritik tekanan industri terhadap musisi agar mengikuti standar popularitas dan penampilan tertentu. Lagu ini memertanyakan kecenderungan industri yang lebih mengutamakan angka dibandingkan nilai artistik.

Kolaborasi dengan Sia dan Musisi Lain

“Nu Zamrock” dijadwalkan memuat 16 lagu, termasuk kolaborasi dengan sejumlah musisi internasional. Di antaranya adalah Sia dalam lagu “Supernova”, KAMAUU melalui “Star”, Mwanjé dalam “Can’t Hold Us” serta Nicole pada lagu “Gone”.

Daftar lagu itu menunjukkan, Sampa mengembangkan album ini melalui perpaduan karakter vokal dan pendekatan musik berbeda. Kolaborasi itu sekaligus memperluas jangkauan Zamrock, tanpa melepaskan hubungan album dengan sejarah musik Zambia.

Album ini menjadi kelanjutan dari “As Above, So Below” yang dirilis pada 2022, serta album debut “The Return” pada 2019. Kedua karya sebelumnya turut membangun reputasi Sampa sebagai musisi dengan pendekatan lintas genre dan identitas Afrika yang kuat.

Membawa Zamrock ke Generasi Baru

Bagi Sampa, “Nu Zamrock” bukan sekadar proyek nostalgia. Album tersebut merupakan upaya mengambil kembali warisan keluarga dan budaya, lalu mengembangkannya menjadi ekspresi musik baru yang relevan bagi pendengar generasi sekarang.

Dengan menggabungkan sejarah, pengalaman pribadi, dan kritik sosial, Sampa menempatkan musik sebagai sarana untuk membicarakan identitas serta ketimpangan industri. Album ini dijadwalkan hadir pada 30 Oktober 2026 melalui Loma Vista Recordings. (net/tn/am/kim/smr)