By Denny Siregar *)
Semarak.co – Bagian Satu.
“Keep your friend close and your enemy closer” Sun Tzu. Kegagalan dua kali di Pilpres membuat Prabowo harus mengganti strategi perang. Fadli Zon yang selama ini jadi Komandan dan memakai taktik head to head…, diganti. Kareana lawan terlalu kuat.
Apalagi dibelakang Jokowi ada kelompok Oligarki yang menguasai 99 % ekonomi. Mereka lah penentu keputusan siapa yg harus memimpin Negeri ini. Prabowo akhirnya gunakan Taktik Kuda Troya…, dekat pada lawan…, memberi hadiah lawan…, bersahabat…, sampai waktu yang ditentukan untuk bergerak.
Prabowo tahu bahwa Jokowi sangat ambisi…, apalagi dia ingin 3 periode. Disinilah titik lemah Jokowi. Prabowo melamar anak Jokowi bernama Gibran. Dengan segala rayuannya…, akhirnya Jokowi setuju. Ambisinya semakin menguat…, apalagi di partainya sendiri Jokowi sudah tidak dipedulikan.
Deal politik diantara Prabowo dan Jokowi terjadi. Salah satu deal politiknya…, beberapa orang nya Jokowi yang diposisi Strategis…, tidak boleh diganti di pemerintahan…, dan Prabowo setuju. Mereka berpartner dan menang.
Oligarki senang karena mereka kembali bisa menguasai keadaan. Tapi…,Prabowo tidak bodoh. Langkah pertama yg dia lakukan adalah menguasai BUMN…, karena selama ini BUMN dijadikan tempat logistik dan pembiakan para relawan.
Prabowo mendirikan Perusahaan Danantara yang menguasai BUMN. Eric Thohir…, orangnya Jokowi…, tidak berkutik. Dia tidak bisa berkuasa lagi sekarang. Tapi Prabowo tetap menghormati deal politik nya…, Eric Thohir tidak diganti hanya “dipindahkan”.
Dan Perusahaan Danantara kemudian melakukan hal yg tidak pernah Jokowi pikirkan…, merombak BUMN…, membubarkan sebagian besar…, sehingga pusat logistik Jokowi hancur berantakan.
Para Oligarki mulai ber-tanya². Ini Prabowo kenapa kok berbeda…, tidak seperti yang Jokowi katakan. Lalu mereka menemui Jokowi dan meminta Jokowi untuk bicara ke Prabowo. “Negara Singapore ada di belakang kami” kata mereka.
Negara Singapore selama ini jadi tempat Oligarki menampung uang² mereka. Jokowi berfikir keras…, dia menghubungi orang²nya yg kemaren dia tanam di sekitar Prabowo. Tapi orang² itu sudah tidak bisa dihubungi. Dia yg dulu perkasa…, kali ini kehilangan pegangan.
Sementara para Oligarki terus menekannya karena mereka kini ditekan oleh Prabowo. “Apa yang harus dilakukan…?”
Jokowi gelisah…,
Gibran gelisah…, dan Oligarki juga gelisah.
Prabowo menyiapkan langkah kedua…, langkah Kuda Troya semakin menunjukkan hasilnya.
Bagian kedua.
OLIGARKI
“Seni tertinggi dalam perang adalah menaklukkan musuh tanpa bertempur” Sun Tzu. Dalam bukunya Paradoks Indonesia…, Prabowo menuliskan bahwa 99 % ekonomi dikuasai segelintir orang. Situasi itu berlangsung lama sehingga jurang ekonomi kaya dan miskin semakin besar.
Ini bisa memicu kerusuhan sosial. Masalahnya…, Oligarki itu selama ini ada di belakang Jokowi. Dan bersama para Oligarki…, Jokowi punya kuasa utk mengatur Negeri. Prabowo paham ini. Maka ketika langkah Kuda Troyanya berhasil….
Hal pertama yang dia lakukan adalah memutus kekuatan utama para Oligarki…, dimana lagi kalau bukan di ekonomi. Langkah pertamanya…, Swasembada. Selama ini kekurangan kebutuhan pokok selalu jadi pemicu Kudeta…, dan kebutuhan pokok ini dikuasai Oligarki. Jika mereka Shutdown Ekonomi…, rusuhlah kita.
Langkah kedua…, alihkan BBM yg selama ini impor ke listrik. Ketergantungan pada Oligarki yang menguasai harus dikurangi. BBM juga bisa jadi pemicu Kerusuhan Sosial.
Langkah ketiga…, bangun MBG dan Kopdes Merah Putih.
Apa fungsinya…? MBG ini misi sebenarnya bukan buat stunting…, tetapi menciptakan sentra ekonomi baru. Lewat makanan…, maka terjadi penyerapan hasil tani. Sebagai pasangannya digerakkan Kopdes. Kopdes inilah nanti yg akan membeli hasil tani dan menyalurkannya ke MBG.
Perputaran ekonomi ini sama sekali tidak melibatkan Oligarki. Oligarki selama ini mendapat keuntungan ekonomi jika pemerintah keluarkan bansos…, karena uang bansos itu dibelanjakan di Supermarket mereka yg sudah masuk ke desa² dan hasilnya mengalir lagi ke Oligarki.
Dengan MBG dan Kopdes…, Prabowo ingin menguasai kembali ekonomi. Oligarki gelisah. Sumber pendapatan mereka mulai dipenggal. Mereka ngadu ke Jokowi…, karena dulu Jokowi pernah menjanjikan bahwa Prabowo itu boneka dia.
Pukulan keras kepada Oligarki kembali dilayangkan Prabowo. Semua penjualan hasil Sumber Daya Alam harus lewat perusahaan Danantara. Padahal disinilah sebenarnya sumber ekonomi Oligarki. Mereka punya kebun dan tambang di sini….
Mereka jual hasilnya ke perusahaan mereka yg ada di negara Singapore dengan harga minimal…, dan dari negara Singapore mereka jual ke seluruh dunia dgn harga maksimal. Negara Singapore kaya raya dan mengatur harga jual meski mereka tidak punya Sumber Daya Alam. Jokowi kembali gelisah…, Prabowo ternyata bukan boneka.
Bagian ketiga
PUKULAN TELAK
“Saat mengepung pasukan musuh…, sisakan satu jalan keluar. Jangan terlalu menekan musuh yang sedang putus asa.” Sun Tzu. Jokowi akhirnya sadar bahwa Kuda Troya Prabowo sudah terlalu jauh menghancurkan semua struktur yg dibangunnya.
Rekan Oligarki mengadu lagi…, bahwa Prabowo memaksa mereka utk membeli Patriot Bonds. Tekanan demi tekanan setiap hari datang. Masa depan makin tidak pasti. Apalagi berbagai serangan datang silih berganti.
Serangan yg terus merusak nama baiknya adalah masalah ijazah. Popularitas Jokowi terus digerus. Sedangkan Prabowo yg dia harapkan untuk bertindak dan melindungi…, seolah gak perduli. Partai² yg dulu bertekuk di hadapannya…, mencari posisinya sendiri.
Orang² yg dia tanam di dalam supaya dirinya dapat informasi…, sulit dihubungi. Nomornya ganti. Akhirnya Jokowi mencoba memberi sinyal…, “Saya dukung Prabowo dan Gibran dua periode.”
Tidak ada jawaban dari Prabowo. Kecurigaannya makin tinggi…., sedangkan para Oligarki terus mendesak…, “Bagaimana ini…? Kenapa perhitungannya meleset semua…???”
Inilah yg membuat Jokowi akhirnya menyiapkan pasukan kecilnya. Pasukan kecil ini sebenarnya adalah rencana terakhirnya…, karena ketika berkuasa Jokowi ingin jadi pemimpin pasukan merah…, atau kuning atau biru.
Tapi semua gagal dikuasainya karena terjadi penolakan kuat di dalam. Bahkan si Biru menyimpan dendam karena sempat mau dirampok gila²an. Musuh Jokowi terlalu banyak. Akhirnya dia keluar kandang…, keliling ke daerah² dimana dulu dirinya menang. Dia sudah tidak percaya Prabowo.
Di depan baik…, di belakang menghantam. Prabowo semakin percaya diri. Dia kemudian menarik orang²nya Jokowi yg ada di posisi strategis…, dan memindahkannya ke tempat yg “tidak punya kekuatan”.
Bagi Prabowo…, dia tidak melanggar deal masa lalu…, karena orang² Jokowi tetap ditempatkan hanya tidak diberi kekuasaan. Sadisnya…, Prabowo mulai merekrut orang² yg sejak lama anti pada Jokowi. Ada Rocki Gerung…, ada SN…, ada MK. Cukuplah untuk merepotkan.
Diluar…, si merah…, si kuning dan si biru bersepakat utk menaikkan batas prosentase masuk ke Senayan…, supaya pasukan Jokowi terhadang. Apa yg terjadi pada Oligarki…? Layaknya pengusaha…, mereka takut pada penguasa.
Pelan² mereka mengubah arah. Jokowi goyah. Semua diluar kendalinya. Apalagi ketika Prabowo mengambil langkah yg menghantam harga dirinya.
Bagian ke 4 (habis)
SERANGAN BALIK
“Dalam peperangan…, hindari yang kuat dan serang yang lemah.” Sun Tzu. Strategi Prabowo mulai terlihat hasilnya. Dia menguasai medan. Konsep negara yg selama ini bertumpu pada kapitalisme yg menguntungkan sebagian kecil pengusaha…, dia ubah jadi State Capitalism yaitu negara sbg pelaku ekonomi utama. Seperti China.
Prabowo tahu bahwa lawan terkuatnya sdh bukan Jokowi tetapi Megawati. Megawati harus dirangkul. Untuk merangkul Megawati…, Prabowo harus membuktikan…, dia mengganti Listyo Sigit…, yg dianggap Megawati biang dr semua permasalahan.
Selesai.
Megawati tersenyum.
Nasi goreng menanti.
Jokowi belum puas. Dia melakukan serangan balik utk memecah barisan Prabowo. Bagaimana caranya…? Dia ingin merekrut salah satu kader terbaik Prabowo…, yaitu Kang Dedi Mulyadi. Dibangunlah isu bahwa Kang Dedi Mulyadi akan berpasangan dgn Gibran…
supaya dipecat dan akhirnya bergabung karena sakit hati. Jokowi butuh popularitas Kang Dedi Mulyadi untuk memenangkan pertarungan. Bagi Prabowo itu bukan masalah. Ia sudah menguasai semua elemen dari api…, tanah dan bumi.
Jika ada yang membelot…, dia tidak segan mengganti. Semua merapat dibelakangnya. Demokrasi sebelumnya bagi Prabowo adalah kesalahan. Dia membangun konsep Demokrasi terpimpin. Negeri ini ketinggalan sekian tahun lamanya. Apakah Jokowi selesai…? Belum.
Jokowi masih punya beberapa cara untuk melawan. Organ² relawan…, dia kumpulkan. Dia ingin memberi surprise…, tapi dia punya masalah besar…, para Oligarki yg dulu menjadi oli mesinnya…, mulai mundur pelan² krn salah satu rekan mereka yg terbesar mulai digoyang. 2029 adalah perang terakhirnya.
Berhasil atau hilang tersapu malam. Kita tunggu apa aksinya. Pelajaran moral apa yg bisa didapat…? Jangan pernah meremehkan lawan. Jika mereka terlihat merunduk…, bukan berarti mereka takut. Justru mereka mengincar kaki lawan…, karena disitulah posisi paling strategis untuk menjatuhkan sampai tubuh berdebam.
*) pemerhati politik
Sumber: WAGroup LADATU SAHABAT ANIES (postSabtu10/10/2026/omasofie)





