Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen turut menyasar SMKN 5 Manokwari. Revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkualitas. Dampaknya pun langsung dirasakan murid, guru, dan tenaga kependidikan.
Semarak.co – Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menyatakan, Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan program prioritas untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
“Program ini bertujuan memastikan setiap anak di mana pun berada memiliki akses fasilitas belajar yang sama. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan, mulai dari kota kecil hingga daerah terpencil sekalipun,” ucap Tatang, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Rabu (6/5/2026).
Dukungan dari masyarakat dan pemerintah, perbaikan sarana yang dilakukan secara total, dan tampilan baru yang lebih segar dari SMKN 5 Manokwari membuat semangat kembali tumbuh dan membuat wajah SMKN 5 Manokwari tak muram lagi.
Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin, menceritakan kondisi SMKN 5 Manokwari saat ia pertama kali datang di 2020 kondisi sekolah ditutupi pohon besar, rerumputan, dan kondisi ruang kelas yang seperti gudang terbengkalai karena atap ruang kelas yang hancur.
Kondisi ini membuat kepercayaan masyarakat turun dan lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah di kota di mana jarak tempuh sekitar 100 kilometer dari rumah. Alhasil murid-murid yang dimiliki SMKN 5 Manokwari pun tidak ada perkembangan bahkan yang terdaftar kurang dari 50 murid.
Melihat hal tersebut, guru SMKN 5 Manokwari jemput bola di SMP-SMP terdekat dan masyarakat sekitar ikut memajukan SMKN 5 Manokwari. Sembari mencari murid, SMKN 5 Manokwari pun berbenah dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada. Lambat laun masyarakat mulai percaya dengan SMKN 5 Manokwari.
“Jangankan murid, bahkan guru-guru pun hampir menyerah dengan kondisi SMKN 5 Manokwari. Kemudian kita mencoba untuk membangun komunikasi dengan sekitar karena kalau masyarakat percaya dengan SMKN 5 Manokwari maka sekolah ini akan berkembang perlahan,” ucap Choiruddin.
Tidak jarang, guru diejek sesama rekan guru dari sekolah yang lebih lengkap fasilitasnya ketika pertemuan guru atau tugas kedinasan. Seorang guru SMKN 5 Manokwari, Amirullah, menceritakan ketika kegiatan kedinasan saat nama SMKN 5 Manokwari disebut, kepala mereka refleks tertunduk.
Amirullah, guru garis depan yang ditugaskan di SMKN 5 Manokwari sejak 2011 ini menuturkan kondisi sekolah yang sangat berbeda dari awal ia datang dan kondisi sekarang. Amirullah menceritakan bahwa dulu tidak semua murid isa praktik karena keterbatasan ruang praktik. Bahkan untuk melihat murid setiap hari saja itu cukup jarang terjadi.
“Ketika sekolah sudah selesai direvitalisasi, guru dan murid tersenyum melihat wajah SMKN 5 Manokwari yang dulu nyaris tidak terlihat. Dampak paling nyata terasa pada murid. Anak-anak yang sebelumnya harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah kini memiliki pilihan bersekolah yang dekat dengan rumah,” ucap Amirullah.
Perubahan ini dirasakan murid SMKN 5 Manokwari seperti Alberto Wilson, murid kelas XII. Wilson ini menceritakan wajah SMKN 5 Manokwari berubah signifikan. Kondisi sekolah yang dulu tidak terlihat seperti sekolah kini sudah tampak lebih baik dan layaknya bangunan sekolah.
“Sekarang saya selalu bisa bertemu teman-teman, kalau dulu teman-teman jarang masuk karena sekolah yang jelek dan jaraknya juga jauh. Sekolah kita sekarang sudah bagus dan saya harap teman-teman bisa rajin berangkat ke sekolah untuk belajar kembali dengan nyaman,” ucap Wilson. (hms/smr)





