Federasi sepak bola dunia, FIFA, segera menghelat turnamen baru di kawasan Asia Tenggara bertitel “FIFA Asean Cup” pada September 2026 mendatang. Kompetisi perdana ini bakal diramaikan tim-tim dari luar Asia Tenggara, yakni China, India dan Hong Kong.
Informasi ini diberitakan The Straits Times dan dilansir Inilah.com pada Selasa (5/5/2026), berdasarkan dokumen presentasi FIFA pada Kongres di Vancouver, Kanada, 30 April 2026 lalu. Total hadiah turnamen ini diperkirakan melebihi 4 juta dolar AS atau setara Rp 65 miliar.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya mengumumkan peluncuran turnamen ini pada 26 Oktober 2025 di sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur. Pertandingan akan bergulir dalam jendela internasional FIFA, yakni 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Format Dua Divisi
“FIFA Asean Cup” akan diikuti oleh 14 tim nasional yang terdiri dari negara-negara Asean dan tamu undangan di luar Asean. 14 tim terbagi dalam dua divisi. Selain 11 negara Asia Tenggara, China, India dan Hong Kong masuk sebagai negara undangan.
Divisi Satu akan memertemukan 8 tim dibagi dalam 2 grup. 6 tim lainnya akan bertarung di Divisi Dua dengan format serupa. Pertandingan satu grup Divisi Satu akan dihelat di Indonesia. Adapun venue grup lainnya belum diumumkan secara resmi. Seluruh laga Divisi Dua akan berlangsung di Hong Kong.
Turnamen yang merupakan agenda FIFA yang kali pertama digelar di kawasan Asean, komposisi divisi ditentukan berdasarkan peringkat FIFA (update 2026). Format kompetisi ini tidak mengenal sistem promosi dan degradasi.
Indonesia tergabung di Divisi Satu. Berdasarkan ranking FIFA terkini, Indonesia di peringkat 122 berhak masuk Divisi Satu. Garuda akan bergabung bersama Thailand (93), China (94), Vietnam (99), Filipina (135), India (136), Malaysia (138) dan Singapura (147).
Sementara itu, Divisi Dua akan dihuni Hong Kong (155), Myanmar (158), Kamboja (177), Laos (185), Brunei (193) dan Timor Leste (200). Keberadaan China dan India yang diundang FIFA secara khusus di Divisi Satu menambah daya tarik turnamen.
Indonesia yang dalam turnamen ini berpeluang besar memanggil para pemain abroad yang bermain di Eropa seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Ole Romeny dll, berpeluang menjajal kekuatan dua raksasa Asia tersebut, sekaligus menguji posisi Garuda di peta sepak bola benua.
Tanpa Babak Semifinal
“FIFA Asean Cup” tidak menggelar babak semifinal usai fase grup. Juara grup akan langsung berhadapan untuk memerebutkan gelar juara divisi. Sementara itu, runner-up grup akan bertarung memerebutkan peringkat ketiga dan keempat.
Format ini membuat setiap tim hanya tampil dalam dua hingga empat pertandingan. Setiap peserta dipastikan menerima biaya partisipasi sebesar 125 ribu dolar AS. Tim juga berhak memeroleh bonus tambahan dari setiap kemenangan atau hasil imbang.
Juara Divisi Satu akan membawa pulang hadiah utama 1 juta dolar AS atau setara Rp 17,3 miliar. Nilai tersebut adalah tiga kali lipat lebih besar dari hadiah yang diterima Vietnam saat menjuarai Piala AFF 2024 yang sebesar 300 ribu dolar AS.
Sedangkan Juara Divisi Dua akan diproyeksikan untuk mengantongi 300 ribu dolar AS. Dengan tambahan hadiah untuk tim runner-up dan tim berperingkat ketiga, total purse turnamen menembus angka sebesar 4 juta dolar AS. FIFA dijadwalkan merilis detail turnamen pada 1 Juni 2026. (net/ic/tst/kim/smr)





