Respon Presiden Prabowo soal Rupiah Melemah, “Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar!”

Tangkapan layar video YouTube Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: dok youtubesetpres di triaspolitika

Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai kekhawatiran sejumlah pihak terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menurut Presiden Prabowo, gejolak kurs atau nilai tukar) dolar tidak terlalu berdampak langsung terhadap masyarakat kecil, khususnya warga di pedesaan.

Semarak.co – Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo merespon kondisi ekonomi nasional masih dalam situasi yang aman meski dunia tengah menghadapi ketidakpastian global.

Bacaan Lainnya

“Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Presiden Prabowo dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden seperti dikutip TriasPolitica.net, 16 May 2026 20:21 WIB yang dilansir melalui WAGroup BASECAMP PEJUANG MILITAN (postMinggu17/5/2026/delihermanto).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan berbagai langkah pemerintah memperkuat hubungan bilateral dengan sejumlah negara tetangga dan mitra strategis internasional. Ia menyebut Indonesia berhasil menyelesaikan sejumlah persoalan yang selama bertahun-tahun tertunda dengan beberapa negara.

“Jadi saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan kita selesaikan. Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok kita perbaiki,” kata Presiden Prabowo berapi-api.

Menurutnya, hubungan Indonesia dengan China yang semakin baik turut berdampak pada kondisi keamanan di wilayah Natuna yang kini lebih kondusif. Selain itu, pemerintah juga terus menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Papua Nugini, Australia, dan Thailand.

“Sama Malaysia saya berusaha insya Allah kita selesaikan dengan baik. Sama PNG kita baik. Sama Australia kita baik, semua tetangga. Sama Thailand kita baik,” ujar Presiden Prabowo yang juga Ketua umum Partai Gerindra.

Presiden Prabowo mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif yang diwariskan para pendiri bangsa. Namun demikian, ia mengaku heran terhadap sejumlah pihak yang terus memprediksi Indonesia akan mengalami krisis dan kekacauan.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak ngerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos,” sindir Presiden Prabowo yang nadanya ingin menenangkan rakyat akibat dampak ekonomi yang ditandai dolar terus melemah hingga sempat menyentuh Rp17.500 per dolar.

Prabowo menegaskan hingga saat ini kondisi pangan dan energi nasional masih dalam keadaan aman. Ia menilai Indonesia masih mampu bertahan di tengah situasi global yang penuh tekanan. “Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujarnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengingatkan para pemimpin dan elite bangsa agar tetap setia kepada kepentingan negara dan rakyat Indonesia. Ia juga menyinggung adanya elite yang kerap berbicara soal nasionalisme, namun dinilai tidak berpihak kepada rakyat setelah memperoleh kekuasaan.

“Tapi para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia. Banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi enggak jelas. Begitu punya kekuasaan, tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” lanjutnya. (net/tria/smr)

Pos terkait